Keberhasilan Siswi SD Almadany Gresik, Shofia Az Zahra meraih Juara II pada Muhammadiyah Coding Training and Competition (MCTC) 2026 jenjang SD/MI se-Kabupaten Gresik menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Gresik dan My STEM Institute Malaysia di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Sabtu (25/7/2026).
Ibunda Shofia, Pipit Sintia Oktavianisari, mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian putri sulungnya tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari usaha, latihan, dan doa yang dilakukan secara konsisten selama masa persiapan.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur dan bangga. Shofia juga sangat bahagia atas hasil yang diraihnya,” ujar Pipit saat dihubungi melalui WhatsApp.
Pipit mengungkapkan, sebelum mengikuti kompetisi, Shofia rutin berlatih untuk mengasah kemampuan coding. Selain itu, ia juga menjaga kondisi kesehatan, mempersiapkan mental, dan tidak pernah meninggalkan doa sebagai bekal menghadapi perlombaan.
Menurutnya, keseimbangan antara latihan, kesiapan mental, dan dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membantu putrinya tampil percaya diri selama mengikuti kompetisi.
Ke depan, Pipit berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi Shofia untuk terus mengembangkan kemampuannya di bidang teknologi sekaligus mewujudkan cita-citanya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Gresik.
“Shofia ingin melanjutkan sekolah di Spensa (SMP Negeri 1 Gresik). Semoga prestasi ini menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan meraih cita-citanya,” ungkapnya.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz, mengatakan MCTC 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan pelatihan intensif sebelum peserta memasuki babak perlombaan. Selama pelatihan, siswa dibekali materi coding, computational thinking, dan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta pemecahan masalah.
Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dan kompetisi. Menurutnya, setiap anak telah menunjukkan keberanian untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.
“Kami berharap MCTC dapat terus menjadi agenda tahunan sehingga semakin banyak siswa Muhammadiyah yang memiliki kemampuan coding, berpikir komputasional, serta siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Shofia menjadi bukti bahwa semangat belajar, dukungan keluarga, dan pembinaan yang tepat mampu melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang berprestasi serta siap menghadapi tantangan era digital. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments