PAUD ABA Percontohan Bojonegoro mengaktifkan kembali sistem kerja yang telah dibangun sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan, ketertiban administrasi, dan kualitas layanan pendidikan. Hal tersebut disampaikan dalam rapat guru yang berlangsung di mushala PAUD ABA Percontohan, Sabtu (1/8/2026).
Rapat dihadiri 20 guru. Kepala PAUD ABA Percontohan Bojonegoro Dwi Anjarwati, S.Pd. menyampaikan sejumlah evaluasi dan penguatan sistem yang akan diberlakukan kembali mulai Agustus 2026.
“Mulai bulan Agustus kita aktifkan kembali sistem yang sudah dibangun. Guru yang piket maupun yang tidak piket tetap memperhatikan jadwal berangkat sekolah, begitu juga dengan kepulangan sesuai jadwal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan piket makan Jumat berkah dengan baik sebagai bagian dari sedekah tolak balak Ibu guru kepada dirinya sendiri.
“Terima kasih, semoga menjadi berkah selalu rezeki dan umur,” tuturnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas kedisiplinan administrasi kehadiran. Guru diminta mengisi absensi saat datang dan pulang sekolah. Hal ini menjadi perhatian karena sewaktu-waktu Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dapat melakukan kunjungan ke sekolah.
“Mohon yang belum absen untuk mengisi absensi berangkat dan pulang sekolah. Sewaktu-waktu PDA hadir di sekolah, kita sudah ready dan tidak rapel,” jelasnya.
Sekolah juga kembali mengoptimalkan buku rekapitulasi guru ketika meninggalkan sekolah serta blangko surat izin. Selain itu, setiap akhir bulan akan dibuat laporan terkait jumlah peserta didik yang belum membayar SPP untuk di umumkan di group besar sekolah sebagai ikhtiar mengingatkan walimurid.
Penguatan Dokumentasi dan Pembelajaran
Dwi Anjarwati juga mengapresiasi guru yang telah aktif mengirimkan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Dokumentasi tersebut sebagai bahan jejak digital media sosial PAUD ABA Percontohan Bojonegoro.
Ia turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas guru dalam membuat video pembelajaran.
“Terima kasih sudah mengirim video. Sebagai bentuk eksistensi lembaga dan syiar pembelajaran sekolah tercinta,” tuturnya.
Dari sisi pembelajaran, sekolah akan menyediakan waktu khusus untuk mengupas tuntas RPPH. Jika diperlukan, sekolah akan menghadirkan kembali narasumber yang kompeten untuk mendampingi guru bersama seksi kurikulum yang baru.
Berbagai aspek pembelajaran juga menjadi perhatian, mulai dari rotasi guru sentra, pembelajaran membaca menggunakan Aism, kenaikan level membaca anak harus di tes kepala sekolah di kantor, hingga kebutuhan APE tadjid untuk kegiatan mengaji. Target pembelajaran juga akan dicetak dan target pembelajaran tahun lalu harus dikumpulkan di kantor sebagai bahan evaluasi, termasuk catatan mengaji, hafalan, dan capaian lainnya.
“Apapun bentuknya, kita siapkan untuk akreditasi KB,” tegasnya.
Persiapan Akreditasi hingga Pawai Tunas Athfal
Persiapan akreditasi Kelompok Bermain (KB) menjadi salah satu agenda penting sekolah. Administrasi seperti LPJ BOP dan LPJ kepala sekolah juga akan diperkuat dan ditata dengan baik.
Sekolah juga bersiap mengikuti Pawai Tunas Athfal tingkat kabupaten bojonegoro untuk jenjang KB dan TK yang dijadwalkan Sabtu (8/8/2026).
Selain itu, akan dilaksanakan tes sidik jari bagi peserta didik KB. Kegiatan tersebut diarahkan sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap potensi dan karakteristik psikologis anak melalui pilihan-pilihan yang disediakan.
Untuk peserta didik KB yang akan melanjutkan ke TK, sekolah mulai menyiapkan komunikasi dan pendataan melalui grup khusus. Data murid KB dan TK untuk tahun pelajaran 2027/2028 juga mulai dihimpun karena minat pendaftaran (inden) sudah mulai terlihat, dan untuk pendaftaran TK sudah tutup sebab sudah memenuhi kuota 3 kelas.
Penguatan Program Unggulan
Dalam rapat, guru juga mengevaluasi keberlanjutan berbagai program sekolah, termasuk leadership guru, kegiatan life skill murid serta leader class untuk murid, Guru didorong menentukan kegiatan life skill secara terencana dan menyepakati pilihan kegiatan setiap Kamis pada pekan pertama hingga keempat.
Selain kegiatan pembelajaran, setiap kelas juga diarahkan memiliki yel-yel sebagai bagian dari penguatan identitas, kekompakan, dan semangat peserta didik.
Terkait seragam, sekolah menyampaikan bahwa jadwal penggunaan seragam guru terkadang menyesuaikan kondisi dan kebutuhan hari tersebut. Bagi guru yang belum memiliki seragam tertentu, dapat menyesuaikan dengan warna yang telah ditentukan. Sementara seragam peserta didik yang belum dapat masih dalam proses.
Dwi Anjarwati juga menyampaikan permohonan maaf karena dalam beberapa waktu terakhir harus sering meninggalkan sekolah untuk menjalankan berbagai agenda eksternal, di antaranya kegiatan bersama Duta Baca Indonesia Gol A Gong, kegiatan HUT IGTKI di alun-alun, diskusi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Bakorwil, serta diskusi mengenai kekerasan anak dan pernikahan dini di DPRD.
“Mohon maaf saya sering keluar karena ada beberapa agenda yang harus diikuti. Namun sistem di sekolah harus tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Melalui rapat tersebut, PAUD ABA Percontohan Bojonegoro berkomitmen menguatkan kembali budaya kerja, administrasi, pembelajaran, dokumentasi, serta program unggulan sebagai bagian dari ikhtiar memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan ramah anak. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments