Prestasi Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo pada Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup XI Tahun 2026 tidak hanya ditandai dengan raihan juara umum. Di balik capaian tersebut, muncul empat pesilat terbaik dari berbagai kelompok usia yang menjadi gambaran keberlanjutan proses pembinaan.
Kejuaraan yang berlangsung di GOR Mastrip, Kedopok, Kota Probolinggo, pada 26–27 September 2026 tersebut mempertemukan pesilat dari berbagai kelompok usia.
Empat pesilat terbaik Tapak Suci Pimda 072 yang tampil pada ajang tersebut berasal dari kelompok usia dini hingga dewasa. Mereka adalah Fiki Najiha Wati, kelompok Usia Dini 1 putri; Alesha Nuria Varisha, kelompok Usia Dini 2 putri; Rafay Maher Putra Disa, kelompok remaja putra; serta Andre Annur Rosi, kelompok dewasa putra.
Keempatnya menjadi representasi jenjang pembinaan yang berlangsung secara berkesinambungan di lingkungan Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo.
Keberadaan Fiki Najiha Wati dan Alesha Nuria Varisha menunjukkan bahwa pembinaan Tapak Suci telah dimulai sejak usia dini.
Pada tahap ini, pencak silat tidak semata diarahkan pada pencapaian prestasi. Latihan dan pertandingan juga menjadi sarana untuk mengenalkan kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta sportivitas kepada anak.
Memasuki kelompok remaja, Rafay Maher Putra Disa menjadi salah satu pesilat yang menunjukkan keberlanjutan proses pembinaan tersebut.
Ia turun pada kategori remaja putra dan menjadi salah satu atlet Tapak Suci Pimda 072 yang berhasil melaju ke POPDA Jawa Timur 2026 di Kabupaten Ngawi pada 6–11 November 2026.
Sementara itu, pada kelompok dewasa, Andre Annur Rosi menjadi bagian dari atlet kategori prestasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan ke Kejurprov Jawa Timur perebutan Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Keempat pesilat tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan prestasi tidak berhenti pada satu kelompok usia.
Mulai dari usia dini, remaja, hingga dewasa, setiap jenjang menjadi bagian dari proses panjang untuk membentuk pesilat yang memiliki kemampuan sekaligus karakter.
Hal tersebut sejalan dengan keberhasilan Tapak Suci Pimda 072 yang kembali meraih juara umum Wali Kota Cup XI Tahun 2026.
Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi proses pembinaan yang telah dilakukan.
Bagi pesilat usia dini, pengalaman bertanding menjadi bekal untuk berkembang. Bagi kelompok remaja, prestasi menjadi pintu menuju kompetisi yang lebih tinggi. Sementara bagi atlet dewasa, pengalaman bertanding menjadi modal untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Dengan demikian, keberhasilan dalam Wali Kota Cup XI tidak hanya berbicara tentang piala dan medali. Lebih jauh, prestasi tersebut menunjukkan adanya kesinambungan regenerasi pesilat di tubuh Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo.
Empat pesilat dari empat kelompok usia tersebut menjadi bagian dari cerita panjang pembinaan Tapak Suci: menanam sejak dini, membina di usia remaja, dan mematangkan prestasi menuju kelompok dewasa.






0 Tanggapan
Empty Comments