Konsep berbeda diterapkan dalam lomba futsal pada Pekan Agustusan SD Muhammadiyah 3 Ikrom. Melalui lomba bertajuk “Futsal Anti Prediksi”, siswa kelas 5 dan 6 putra tidak bermain bersama tim yang ditentukan berdasarkan kelas, tetapi bergabung dalam tim yang dibentuk secara acak melalui undian.
Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Agustusan yang berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jumat (18–21/8/2026), dan diikuti seluruh siswa kelas 1–6. Rangkaian kegiatan dibagi dalam dua agenda, yakni Bolang atau Bocah Olahraga Agustusan Riang dan Pitulasan.
Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta mengikuti pembukaan di Ikrom Sport bersama wali kelas masing-masing. Kegiatan diawali dengan kirab peserta yang berlangsung sekitar 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati.
Dalam sambutannya, Nur Suciati mengajak siswa mengikuti seluruh perlombaan dengan semangat dan tetap menjunjung sportivitas serta kebersamaan.
“Untuk menyambut hari kemerdekaan negara tercinta, mari kita meriahkan bersama perlombaan hari ini dengan semangat kemerdekaan, penuh sportivitas, dan rasa kekeluargaan,” tuturnya.
Pembukaan kemudian ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan dua ekor burung dara. Setelah rangkaian pembukaan selesai, para siswa menuju lokasi perlombaan sesuai dengan cabang yang diikuti.
Salah satu perlombaan dalam kategori Bolang adalah Bola Kumpul, yang merupakan istilah yang digunakan untuk lomba futsal. Perlombaan tersebut diikuti siswa kelas 5 dan 6 putra. Setiap kelas mendelegasikan tujuh siswa untuk mengikuti pertandingan.
Berbeda dari lomba futsal pada umumnya, peserta dalam Futsal Anti Prediksi tidak mengetahui sebelumnya akan bergabung dengan tim mana. Pembentukan tim dilakukan secara acak pada hari pelaksanaan melalui pengundian.
Ketika nama-nama peserta dipanggil untuk mengambil undian, suasana pertandingan mulai diwarnai rasa penasaran. Setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama teman yang berbeda, termasuk dengan teman yang sebelumnya jarang bermain dalam satu tim.

Pembentukan tim secara acak membuat setiap peserta harus menyesuaikan diri sejak awal pertandingan. Siswa dengan kemampuan dan karakter bermain yang berbeda dituntut untuk berkomunikasi, membagi peran, serta membangun kekompakan bersama anggota tim.
Tidak adanya tim yang dipersiapkan sejak awal juga membuat pertandingan berlangsung dengan dinamika yang berbeda. Peserta tidak hanya berusaha mencetak gol, tetapi juga harus memahami pola permainan dan membangun kerja sama dengan rekan satu tim yang baru terbentuk.
Sorak-sorai dan dukungan dari siswa maupun guru terdengar selama pertandingan berlangsung. Para peserta berusaha mengejar bola, mempertahankan permainan, hingga merayakan gol yang berhasil dicetak bersama anggota timnya.
Konsep Futsal Anti Prediksi memberikan pengalaman kepada siswa untuk berinteraksi dengan teman yang berbeda dalam situasi pertandingan. Kekompakan yang dibutuhkan dalam permainan tidak terbentuk dari tim yang telah lama bermain bersama, melainkan dibangun sejak proses pengundian hingga pertandingan berlangsung.
Melalui perlombaan tersebut, siswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan komunikasi dan kerja sama di tengah suasana kompetisi. Sportivitas juga menjadi bagian dari pengalaman yang dibangun selama pertandingan.
Rangkaian Pekan Agustusan SD Muhammadiyah 3 Ikrom tidak hanya menghadirkan perlombaan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan bersama seluruh warga sekolah dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Futsal Anti Prediksi menjadi salah satu bentuk perlombaan yang memberikan warna berbeda dalam perayaan tersebut. Tim dibentuk secara acak, sedangkan kekompakan dibangun bersama selama permainan berlangsung. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments