Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gen Z dan Robotika Islam

Iklan Landscape Smamda
Gen Z dan Robotika Islam
Oleh : Dra. Nanis Sudarmisih Sekretaris Majelis Dikdasmen Ranting Aisyiyah Ngampelsari, Candi Sidoarjo (2023)

Dunia teknologi robotik modern yang kini digandrungi Generasi Z (Gen Z) ternyata memiliki akar sejarah yang sangat kuat dalam tradisi keilmuan Islam abad pertengahan.

Berdasarkan catatan sejarah, tokoh jenius Muslim telah menciptakan lebih dari 50 perangkat mekanik otomatis pada abad ke-12.

Karya-karya tersebut kini menjadi fondasi awal dari pengembangan algoritma dan sistem kontrol robotik kontemporer.

Di Indonesia sendiri, tren robotika di kalangan pelajar meningkat pesat dengan adanya lebih dari 1.000 kompetisi robotik tingkat nasional dalam satu dekade terakhir.

Fenomena ini membuktikan bahwa semangat inovasi teknologi merupakan warisan intelektual yang relevan lintas zaman.

Inovasi tanpa batas

Banyak anggota Gen Z yang hari ini mahir melakukan koding atau merakit drone mungkin tidak menyadari dari mana asal-usul teknologi tersebut.

Konsep sistem hidrolik, sistem kontrol otomatis, hingga poros engkol (crankshaft) penemu pertamanya adalah Badi’ al-Zaman Abu al-‘Izz bin Isma’il bin al-Razzaz al-Jazari.

Dalam karyanya yang sangat monumental, The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices (1206), Al-Jazari memperkenalkan mekanisme otomatis yang mendahului revolusi industri Eropa hingga ratusan tahun.

Keterkaitan sejarah ini tentu bukan sekadar nostalgia atau romantisasi masa lalu.

Robot-robot modern berbasis kecerdasan buatan saat ini menggunakan prinsip logika yang serupa dengan “Robot Pelayan Minuman” atau “Jam Gajah” ciptaan Al-Jazari.

Bagi pemuda Muslim saat ini, menekuni bidang robotika dan teknologi digital adalah bentuk nyata dari melanjutkan estafet peradaban yang sempat mencapai masa keemasan (The Golden Age of Islam).

Dalam pandangan Islam, pengembangan teknologi bukan sekadar ajang untuk mengejar kemewahan atau kecanggihan semata.

Sains dan teknologi dikembangkan sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta serta sarana untuk membawa kemudahan bagi kemanusiaan.

Al-Qur’an secara eksplisit telah memberikan isyarat mengenai pemanfaatan material bumi dan kekuatan akal untuk menguasai teknologi modern.

Dalam Surah Al-Hadid ayat 25, Allah SWT berfirman:

SMPM 5 Pucang SBY

“…Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia…”

Ayat tersebut menegaskan bahwa material penyusun teknologi, seperti perangkat keras (hardware) pada robot, disediakan untuk kemaslahatan manusia.

Sementara itu, dorongan moral untuk terus berinovasi dan memecahkan masalah sosial melalui sains didukung kuat oleh Hadis Rasulullah SAW:

“Apabila manusia mati, amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Bagi Gen Z, menciptakan robot penunjang medis, robot pembantu rumah tangga, hingga sistem filtrasi air bersih otomatis adalah implementasi konkret dari ilmu yang bermanfaat.

Kreativitas dalam Etika Digital

Integrasi nilai-nilai keislaman dalam dunia robotik ini sekaligus memberikan panduan etika (ethical tech) yang sangat krusial.

Di tengah kekhawatiran global mengenai dampak negatif kecerdasan buatan (AI) yang tidak terkendali, sejarah sains Muslim mengajarkan bahwa teknologi harus selalu memiliki dimensi spiritualitas dan kemanusiaan.

Sektor robotika global sendiri diprediksi akan mencapai nilai pasar sebesar USD 214,6 miliar pada tahun 2030.

Keterlibatan aktif pemuda Muslim dalam industri ini bukan lagi soal persaingan ekonomi global, melainkan misi besar untuk memastikan teknologi berkembang dengan prinsip kejujuran, ramah lingkungan, dan memuliakan kehidupan.

Masa Depan dengan Akar yang Kuat

Relevansi antara ilmuwan Muslim abad pertengahan dengan Gen Z terletak pada benang merah inovasi yang bertujuan untuk kemaslahatan umat.

Al-Qur’an dan Hadis menjadi kompas moral agar kemajuan teknologi tidak membuat manusia kehilangan jati diri kemanusiaannya.

Dengan memahami bahwa robotika adalah bagian dari warisan intelektual Islam, generasi muda saat ini harus lebih percaya diri untuk menjadi pionir teknologi masa depan.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 14/05/2026 00:20
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu