Suasana ceria mewarnai Program Orang Tua Mengajar di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix), Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang digelar di ruang kelas 6 International Class Program (ICP) itu diawali dengan Goyang Penguin yang sukses membangkitkan semangat para siswa sebelum mengikuti sesi motivasi.
Program tersebut menghadirkan Ika May Puspitasari, S.E., wali murid dari Ramsha Shaquilla Nabila A, sebagai narasumber. Ia mengangkat tema “Lulus Ujian Sekolah: Juara di Mata Manusia, Juara di Mata Allah SWT”, yang relevan dengan persiapan siswa menghadapi ujian.
Sebelum memasuki materi utama, Ika mengajak seluruh siswa melakukan Goyang Penguin sebagai ice breaking. Gerakan sederhana yang penuh keceriaan itu langsung memancing gelak tawa dan membuat suasana kelas menjadi lebih hidup.
Setelah suasana mencair, Ika mengawali sesi dengan pertanyaan yang dekat dengan pengalaman siswa menjelang ujian.
“Siapa yang kalau mendengar kata ujian perutnya langsung mules?” tanyanya.
Serentak para siswa mengangkat tangan sambil tertawa. Sebagian mengakui bahwa ujian sering kali membuat mereka merasa cemas dan tegang.
Dari pengalaman tersebut, Ika mengajak siswa memahami bahwa keberhasilan tidak dapat diraih melalui belajar mendadak, melainkan melalui disiplin belajar dan kedekatan kepada Allah SWT.
Guru Kelas 6 ICP SD Musix, Puspitawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Program Orang Tua Mengajar merupakan salah satu program unggulan kelas ICP yang bertujuan memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan.
“Program Orang Tua Mengajar ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali pada semester satu. Pembekalan dari orang tua ini sangat krusial karena begitu memasuki semester dua, fokus pembelajaran siswa kelas 6 ICP sudah sepenuhnya tercurah untuk persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Checkpoint,” jelasnya.
Menurut Puspitawati, kehadiran orang tua sebagai narasumber memberikan perspektif baru sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan para wali murid. Sinergi ini membuktikan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menghadirkan sosok orang tua sebagai pengajar, siswa mendapatkan perspektif baru, motivasi yang lebih segar, serta dukungan moril yang sangat mereka butuhkan,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Ika membagikan kiat menghadapi ujian melalui dua pendekatan, yakni Jalur Darat dan Jalur Langit.
Jalur Darat merupakan bentuk ikhtiar yang dilakukan melalui kebiasaan positif, seperti tidur yang cukup, mengurangi bermain game online, menghindari begadang, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebugaran tubuh.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak menerapkan Sistem Kebut Semalam (SKS).
“Belajar jangan pakai sistem kebut semalam. Biasakan belajar secara bertahap, konsisten, dan teratur setiap hari,” tegasnya.
Menurutnya, persiapan yang dilakukan secara konsisten akan membuat siswa lebih siap secara mental ketika menghadapi ujian.
Selain ikhtiar lahiriah, Ika menekankan pentingnya Jalur Langit, yakni memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui salat tepat waktu, memperbanyak doa, serta memohon rida orang tua dan guru.
Ia juga mengingatkan bahwa kejujuran merupakan bagian penting dalam meraih keberhasilan.
“Jangan hanya berambisi menjadi juara di mata manusia. Jadilah juga juara di mata Allah SWT,” pesannya.
Menurutnya, nilai ujian akan memiliki makna apabila diperoleh melalui proses yang jujur, sungguh-sungguh, dan diridai Allah SWT.
Di sela-sela kegiatan, siswa diajak melakukan refleksi terhadap kebiasaan belajar mereka. Mereka kemudian membuat komitmen untuk mengurangi bermain gim, menjaga kesehatan, serta lebih disiplin dalam beribadah.
Menjelang penutupan, Ika menggelar kuis interaktif mengenai materi Jalur Darat dan Jalur Langit.
Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan kategori Jalur Langit memperoleh hadiah mushaf Al-Qur’an, sedangkan pemenang kategori Jalur Darat mendapatkan cenderamata sebagai bentuk apresiasi.
Melalui Program Orang Tua Mengajar, SD Musix terus memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Tri Pusat Pendidikan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa menjadi juara bukan hanya tentang memperoleh nilai terbaik, tetapi juga menjalani proses belajar dengan ikhtiar maksimal, doa, kejujuran, serta ketaatan kepada Allah SWT.





0 Tanggapan
Empty Comments