Siswa SMP Muhammadiyah 1 Babat menunjukkan kreativitas melalui bazar dan pentas seni dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh sivitas sekolah. Setiap kelas turut mengambil bagian dengan menyiapkan berbagai persembahan yang mengangkat tema kemerdekaan.
Bazar dan pentas seni itu telah dipersiapkan selama kurang lebih sepekan. Selain menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil, serta kemampuan bekerja sama dengan teman dan wali kelas.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Babat, M. Sande Ariawan, M.Ag., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada aktivitas bazar berupa jual beli makanan dan minuman. Menurutnya, seluruh siswa didorong untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan, termasuk memberikan dukungan terhadap penampilan kelas masing-masing.
“Kegiatan bazar dan pentas seni ini tidak hanya sekadar jual beli makanan, jajanan, atau minuman. Kami mengemasnya sebagai kegiatan positif yang melibatkan seluruh siswa, baik secara langsung maupun dengan mendukung penampilan kelas masing-masing,” ujar M. Sande Ariawan.
Ia menambahkan, setiap kelas mendapatkan kesempatan untuk menampilkan pertunjukan, baik secara kolosal maupun mandiri. Tema yang diangkat disesuaikan dengan momentum peringatan kemerdekaan pada bulan Agustus.
“Setiap kelas harus menampilkan pertunjukan, baik secara kolosal maupun mandiri. Kami mengusung tema kemerdekaan sesuai dengan momentum yang sedang kita peringati pada bulan Agustus,” imbuhnya.
Siswa Tampilkan Beragam Kreativitas
Keterlibatan siswa terlihat dari beragam penampilan yang disiapkan oleh masing-masing kelas. Salah satunya berupa drama teatrikal tentang perobekan bendera Belanda yang dipersembahkan oleh salah satu kelas.
Wali kelas yang mendampingi penampilan tersebut, Rahma, menilai kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Kegiatan ini sangat kami apresiasi karena tidak hanya menjadi sarana bagi anak-anak untuk memaknai kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri,” ujar Rahma.
Menurutnya, proses persiapan hingga penampilan di hadapan warga sekolah menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa. Kolaborasi antara wali kelas dan siswa juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan pertunjukan.
Penampilan drama teatrikal tentang perobekan bendera Belanda menjadi salah satu cara siswa menyampaikan kembali kisah perjuangan melalui seni. Selain menghibur, pertunjukan tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal peristiwa sejarah melalui pengalaman yang lebih kreatif.
Bagi siswa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berlatih tampil di hadapan orang lain, membangun kekompakan, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Sementara bagi guru, proses pendampingan menjadi kesempatan untuk melihat potensi dan keberanian siswa di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
Bazar yang menjadi bagian dari kegiatan juga memberikan pengalaman berbeda kepada siswa. Aktivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran mengenai kerja sama, tanggung jawab, dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah.
Melalui bazar dan pentas seni tersebut, SMP Muhammadiyah 1 Babat memberikan ruang kepada siswa untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mengembangkan kreativitas. Kegiatan itu juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama, membangun kepercayaan diri, dan mengenang perjuangan kemerdekaan melalui karya seni. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments