TK Aisyiyah 5 Bungah Gresik mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep yang berbeda. Seluruh guru dan karyawan mengenakan kostum bertema 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) untuk mengenalkan kebiasaan positif kepada peserta didik baru pada Senin (13/7/2026).
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk dukungan terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menanamkan kebiasaan positif sejak usia dini melalui penguatan karakter peserta didik.
Konsep 7 KAIH meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Untuk memperkenalkan ketujuh kebiasaan tersebut, setiap guru mengenakan kostum yang merepresentasikan masing-masing karakter.
Beberapa guru tampil mengenakan bathrobe lengkap dengan perlengkapan mandi sebagai simbol kebiasaan bangun pagi, pakaian muslim untuk menggambarkan kebiasaan beribadah, pakaian olahraga, kostum koki sebagai simbol makan sehat dan bergizi, toga wisuda dan seragam guru sebagai representasi semangat belajar, pakaian anggota PKK sebagai simbol bermasyarakat, hingga piyama yang melambangkan kebiasaan tidur lebih awal.
Kepala TK Aisyiyah 5 Bungah, Heny Rahmawati, S.Pd., mengatakan tema tersebut dipilih sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung pembiasaan karakter sejak usia dini.
“Kami sengaja mengangkat tema 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Kemendikdasmen dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan yang mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual,” ujarnya.
Ia berharap pembiasaan tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, seimbang secara fisik dan mental, serta memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.
Hari pertama MPLS diawali dengan penyambutan peserta didik baru, kegiatan berbaris, pengenalan pembiasaan pagi, pembacaan ikrar, senam bersama, serta perkenalan guru dan karyawan TK Aisyiyah 5 Bungah. Selanjutnya, peserta mengikuti Senam Anak Indonesia Sehat dan prosesi penyematan name tag kepada perwakilan peserta didik baru sebelum melanjutkan kegiatan di dalam kelas.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta didik adalah penampilan Rita Maralina, S.E., S.Pd., yang memandu kegiatan bersama boneka Rara. Rita, yang juga tergabung dalam Juru Kisah PPMI Gresik, memanfaatkan kemampuan memainkan karakter suara sehingga boneka tersebut dapat berinteraksi dengan anak-anak melalui cerita dan percakapan sederhana.
Penampilan tersebut membuat suasana pengenalan sekolah berlangsung lebih interaktif. Anak-anak tampak mengikuti jalannya kegiatan dengan antusias dan beberapa kali merespons percakapan yang disampaikan boneka Rara.
Menurut Heny Rahmawati, pelaksanaan MPLS Ramah diharapkan menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama berada di sekolah sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi mereka,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments