Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ikwam SD Mumtaz Gelar Kajian Fiqih Wanita, Ingatkan Ibadah Tak Sekadar Rutinitas

Iklan Landscape Smamda
Ikwam SD Mumtaz Gelar Kajian Fiqih Wanita, Ingatkan Ibadah Tak Sekadar Rutinitas
Kegiatan Kajian Rutin Ikwam SD MUMTAZ ( indah nuurma sari/PWMU)
pwmu.co -

Kegiatan Kajian Ikwam (Ikatan Wali Murid) SD Mumtaz kembali digelar sebagai wadah memperkuat pemahaman keislaman bagi para orang tua. Pada Selasa (9/6/2026), kegiatan tersebut mengangkat tema “Fiqih Wanita: Ketika Ibadah Bukan Sekadar Rutinitas” dengan menghadirkan narasumber Eli Mahmudah, S.Ag., S.Pd., M.Pd.

Dalam kajian tersebut, Eli Mahmudah mengajak para ibu wali murid untuk memahami bahwa ibadah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjalankan ritual seperti shalat, puasa, atau membaca Al-Qur’an. Menurutnya, berbagai aktivitas sehari-hari juga dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat karena Allah SWT.

“Ibadah jangan sampai hanya menjadi rutinitas yang dilakukan berulang-ulang tanpa menghadirkan kedekatan dengan Allah,” ujarnya.

Ia mengutip firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang menjelaskan bahwa manusia dan jin diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Menurutnya, makna ibadah dalam ayat tersebut tidak terbatas pada ritual keagamaan, tetapi mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan dengan niat yang benar.

Dalam pemaparannya, Eli menjelaskan bahwa seorang ibu memiliki banyak peluang untuk memperoleh pahala dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun sebelum subuh, menyiapkan kebutuhan keluarga, mengantar anak ke sekolah, mendampingi proses belajar, hingga merawat keluarga dengan penuh kesabaran.

“Bangun sebelum subuh menyiapkan sahur, mengantar anak sekolah, mendampingi belajar, merawat keluarga dengan sabar—semua itu menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas shalat sebagai amalan pertama yang akan dihisab. Menurutnya, shalat yang baik seharusnya mampu memberikan dampak positif terhadap perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika setelah shalat kita masih mudah marah, suka menggunjing, atau sulit memaafkan, maka ada yang perlu diperbaiki dalam kualitas shalat kita,” tegasnya mengutip QS. Al-Ankabut ayat 45.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain membahas ibadah dalam kehidupan sehari-hari, Eli juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan, termasuk dalam aktivitas digital yang kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Menurutnya, berbagai unggahan di media sosial, komentar, maupun percakapan dalam grup pesan instan perlu dijaga agar tidak mengarah pada ghibah dan fitnah yang dapat mengurangi pahala ibadah.

“Dosa wanita banyak bukan karena tangan, tetapi karena lisan. Status WhatsApp, komentar medsos, pesan di grup—jangan sampai pahala ibadah habis karena ghibah dan fitnah,” pesannya.

Pada akhir kajian, Eli mengajak para peserta untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Ia menilai anak lebih banyak belajar melalui contoh nyata dibandingkan sekadar nasihat yang disampaikan secara lisan.

“Mereka akan ingat bagaimana ibu shalat, bagaimana ibu berbicara, bagaimana ibu memperlakukan orang lain. Pendidikan terbaik adalah keteladanan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin memahami bahwa fiqih tidak hanya membahas persoalan halal dan haram, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap peran dan aktivitas kehidupan sehari-hari.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu