Memajukan Kesejahteraan Bangsa
Dalam amanatnya, Abah Suri menyampaikan bahwa Milad Muhammadiyah ke-113 mengangkat tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa yang mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk memperjuangkan kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan tema tersebut, Muhammadiyah menegaskan pentingnya peran organisasi dalam menciptakan kondisi sosial, ekonomi, dan spiritual yang adil dan merata.
“Fokusnya pada penguatan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan komunitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan, sehingga kemakmuran dapat dirasakan oleh semua, tanpa terkecuali,” ungkapnya penuh semangat.
Milad tahun ini berada dalam dinamika kehidupan kebangsaan yang kompleks dan menuntut kesadaran kolektif untuk secara terus-menerus mewujudkan cita-cita nasional, yaitu Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Muhammadiyah yang sejak berdirinya bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lalu, juga meneguhkan komitmen kebangsaannya yang berbasis nilai keislaman untuk terwujudnya tujuan nasional Indonesia yang sejalan dengan cita-cita Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
“Suatu negara yang indah, bersih, suci, dan makmur di bawah perlindungan Allah SWT, Yang Maha Pengampun,” tutur Abah Suri.
Muhammadiyah terus berkiprah secara sentrifugal menjadi pelopor kemajuan. Di sebagian kawasan terjauh, ketika negara dan ormas lain belum hadir, Muhammadiyah hadir membuka jalan baru perubahan.
Gerak Muhammadiyah menebar kemaslahatan bagi seluruh warga bangsa tanpa mengenal batas agama, suku, ras, golongan, dan sekat sosial politik. Kiai Dahlan 113 tahun lalu berpesan kepada para pemimpin persyarikatan agar menjadi pemimpin kemajuan Islam.
Menjadi pemimpin pergerakan yang menghidupkan etos kemajuan dan pembaruan Muhammadiyah luar dan dalam. Menjadi para pemimpin penggerak yang berpikiran, bersikap, dan bertindak sejalan dengan Risalah Islam Berkemajuan.
Akhirnya, melalui sambutan Apel Milad ke-113 ini, kami Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala kiprah dan pengkhidmatan tanpa kenal lelah dari seluruh panitia, anggota, kader, dan segenap pimpinan di berbagai tingkatan.
Bagi anggota dan penggerak Muhammadiyah di mana pun berada yang saat ini sedang sakit atau terkena musibah, kita doakan diberi kesembuhan dan keringanan oleh Allah SWT.
Tanpa perjuangan yang ikhlas dari seluruh anggota dan penggerak yang berkhidmat sepenuh jiwa dan raga, Muhammadiyah tidak akan menjadi organisasi Islam berkemajuan yang besar seperti sekarang ini.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah, rahmat, rida, dan anugerah-Nya bagi kita warga Muhammadiyah, kaum muslimin, bangsa Indonesia, dan seluruh umat manusia di muka bumi ini, yang senantiasa beriman kepada-Nya. Aamiin. Demikian mohon maaf atas segala kekhilafan, Nashrun min Allah wa fathun qarib wabasysyiril mu’minin,” doa Abah Suri sambil berpamitan.
Apel Milad Muhammadiyah ke-113 dilanjutkan pemberian kenang-kenangan kepada 10 tokoh inspiratif PCM Wiyung serta pendirian IPM Kids SD Muhammadiyah 15 Surabaya oleh Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur bersama Pimpinan Daerah IPM Surabaya dan Pimpinan Cabang IPM Wiyung.
Dalam sambutan PW IPM Jatim turut menyampaikan pesannya atas peresmian IPM Kids SDM Limas.
“Usai peresmian IPM Kids SDM Limas diharapkan seorang pemimpin di IPM Kids SDM Limas harus menjadi kader yang baik, kader menjadi suri teladan, kader yang militan, dan berakhlak mulia,” sambut Rizki Mubarak Daha, Bendahara Umum PW IPM Jawa Timur.
Apel Milad Muhammadiyah ke-113 tahun ini diakhiri dengan penampilan kreativitas murid SDM 15, SMPM 17, SMAM 9, dan kreativitas ustaz-ustazah lainnya.





0 Tanggapan
Empty Comments