PWMU.CO – Suasana haru menyelimuti acara Pelepasan dan Pembagian Rapor MIM 13 Sendangagung, Paciran, Lamongan, Tahun Pelajaran 2025/2026, Selasa (23/6/2026). Isak tangis pecah saat salah satu wali murid menyampaikan kesan dan pesan di hadapan dewan guru, wali murid, serta jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangagung.
Adalah Sinta Arisa Novita, ibu dari Eldien Nahed Akhtar, siswa kelas VI yang lulus tahun ini. Sebagai seorang single parent yang ditinggal suaminya, almarhum Dwi Heri Siswanto, sejak 2018, Sinta tidak mampu menyembunyikan rasa haru ketika menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru yang telah mendampingi putranya selama menempuh pendidikan di MIM 13 Sendangagung.
Beberapa kali suaranya terhenti. Tangis yang berusaha ditahan akhirnya pecah di tengah sambutannya. Suasana ruangan pun seketika hening. Para hadirin larut dalam emosi yang dirasakan ibu tersebut.
“Ucapan terima kasih kepada bapak dan ibu guru MIM 13 yang telah membimbing dan mendidik putra-putri kami selama enam tahun dengan penuh kesabaran dan kasih sayang yang luar biasa,” ujarnya sambil mengusap air mata.
Tangisnya semakin pecah saat menyampaikan permohonan maaf kepada para guru atas segala tingkah laku anak-anak selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Permohonan maaf kepada bapak dan ibu guru MIM 13 Sendangagung atas tingkah polah anak kami di kelas VI ini. Maaf, mohon maaf sekali lagi,” ucapnya dengan suara terbata-bata.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Sinta menitipkan dua pesan penting. Pertama, ia memohon doa restu agar seluruh siswa yang lulus diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya. Kedua, ia berpesan kepada para lulusan agar tetap semangat belajar dan terus mengejar cita-cita.
“Untuk putra-putri kami, setelah lulus dari MIM 13 Sendangagung tetap semangat belajar dan raih mimpimu di tingkat SMP. Syukur bisa lanjut semua di SMP Muhammadiyah 12 Paciran dan kalau bisa mondok di Pondok Pesantren Al-Ishlah,” tuturnya.
Di balik momen haru tersebut, Eldien Nahed Akhtar juga menorehkan prestasi membanggakan. Siswa kelas VI itu berhasil meraih peringkat ketiga hasil Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) serta peringkat ketiga dalam kegiatan mengaji di TPQ Al-Ikhlas.
Momen yang dialami Sinta menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang anak tidak lepas dari perjuangan orang tua dan dedikasi guru yang mendidik dengan penuh kesabaran. Di balik setiap kelulusan, terdapat doa, pengorbanan, dan perjuangan yang tak pernah berhenti.





0 Tanggapan
Empty Comments