Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Rutin Selosoan Bahas Ibadah Kurban di Musala Nur Huda Sidomulyo

Iklan Landscape Smamda
Kajian Rutin Selosoan Bahas Ibadah Kurban di Musala Nur Huda Sidomulyo
Kajian Selosoan bersama Us;tadz Abdul Manaf. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiaji kembali menggelar kegiatan Kajian Rutin Selosoan pada Selasa (5/5/2026) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB hingga selesai ini berlangsung di Mushola Nur Huda, Sidomulyo, dengan menghadirkan Ustadz Drs. H. Abd. Manaf, M.Pd. sebagai pemateri.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Abd. Manaf menyampaikan materi tentang ibadah kurban menjelang Hari Raya Iduladha. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan kurban harus dilakukan setelah salat Iduladha.

“Kurban harus dilaksanakan setelah salat Iduladha, karena itu menjadi penentu sah tidaknya ibadah kurban,” jelasnya.

Menurutnya, kurban tidak hanya menjadi bentuk ibadah hablumminallah (hubungan dengan Allah), tetapi juga hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia).

“Kurban itu bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga wujud kepedulian sosial kepada sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kurban membawa banyak kebaikan bagi yang melaksanakannya.”
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan kurban.

“Rasulullah pernah ditanya, ‘Apa untungnya kurban?’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah sunah dari bapakmu, Nabi Ibrahim.’ Ketika ditanya lagi, ‘Apa keuntungannya bagi kami?’ Rasulullah menjawab, ‘Setiap helai bulu hewan kurban itu adalah kebaikan,’” paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada hari kiamat, hewan kurban akan datang dalam keadaan utuh.

“Nanti hewan kurban itu akan datang dengan tanduknya, kukunya, dan bulu-bulunya. Bahkan sebelum darahnya menetes, Allah sudah menerimanya,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan jamaah untuk memilih hewan terbaik. “Allah itu baik, maka hanya menerima yang baik,” tegasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam pemaparannya, Ustadz Abd. Manaf juga menjelaskan beberapa ketentuan dalam berkurban. “Usia hewan kurban idealnya 24 bulan. Namun jika tidak ada, bisa diturunkan hingga minimal 6 sampai 12 bulan dengan syarat tertentu,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa hewan harus sehat dan penyembelihan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.

“Waktu penyembelihan dimulai setelah salat Iduladha hingga hari terakhir Tasyrik,” katanya.

Selain itu, ia menyampaikan tata cara penyembelihan yang dianjurkan. “Saat menyembelih, kepala hewan sebaiknya menghadap kiblat, dan penyembelihan boleh diwakilkan,” ujarnya.

Mengenai pembagian daging kurban, ia menambahkan, “Sepertiga untuk diri sendiri, sepertiga untuk fakir miskin, dan sepertiga untuk kerabat atau teman.”

Ia juga mengingatkan agar tidak mengambil upah penyembelih dari hewan kurban. “Upah bagi yang menyembelih tidak boleh diambil dari bagian hewan kurban,” tegasnya.

Melalui kajian ini, jamaah diharapkan dapat memahami makna dan tata cara ibadah kurban secara lebih mendalam.

“Mari kita berkurban dengan yang terbaik, karena itu bentuk ketaatan dan keikhlasan kita kepada Allah,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Aalimah Qurrata Ayun - 06/05/2026 12:27
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡