Menuju Indonesia Emas 2045 bukan sekadar wacana. Melainkan agenda strategis yang membutuhkan persiapan matang. Karena itu, di tengah dunia yang terus berubah akibat disrupsi teknologi, memilih sebagai kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah langkah yang sangat progresif.
Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., tentang pentingnya ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan saat memberikan paparan di Aula BBPPMPV BOE Malang, Jumat (3/7/2026).
Dalam paparannya, Mariman Darto secara khusus memberikan apresiasi mendalam bagi para kader IPM yang hadir. Ia menyoroti bahwa di tengah dunia yang terus berubah akibat disrupsi teknologi, memilih untuk aktif berorganisasi di IPM adalah langkah yang sangat progresif.
“Faktor utama perubahan zaman yang kita hadapi saat ini adalah disrupsi teknologi. Dunia akan terus mengalami fluktuasi yang tidak menentu. Oleh karena itu, aktif sebagai kader IPM adalah pilihan yang sangat mulia dan hebat sekali,” ujar Mariman.
Mariman menilai bahwa bergabung dengan IPM merupakan keputusan untuk memilih jalan hidup yang terarah dan penuh makna. Ia mengibaratkan kader IPM sebagai sosok yang memiliki kompas yang jelas di tengah ketidakpastian dunia.
“Pilihan untuk menjadi orang yang jelas tujuannya adalah pilihan yang sangat luar biasa. Ketika Anda aktif di IPM, Anda seolah-olah terkerangkeng pada sebuah visi kehidupan. Visi yang betul-betul mencerahkan kehidupan masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mariman mengingatkan bahwa pelajar saat ini, termasuk para kader IPM, adalah pemilik masa depan Indonesia. “Mereka adalah calon inovator, pemimpin, dan peneliti yang akan menentukan wajah Indonesia tahun 2045. Kita tidak bisa membiarkan potensi mereka tumbuh tanpa arah yang jelas,” lanjutnya.
Terkait upaya konkret pemerintah, Mariman menekankan pentingnya paradigma baru dalam memandang prestasi melalui strategi Kapitalisasi Talenta. Menurutnya, prestasi tidak boleh hanya menjadi pajangan simbolis, tetapi harus berdampak bagi masyarakat.
“Tata kelola prestasi bukan sekadar tujuan akhir, melainkan investasi jangka panjang. Jangan biarkan talenta anak didik kita hanya berhenti di lemari kaca berisi piala atau tumpukan piagam yang berdebu. Prestasi harus bermuara pada pengembangan diri yang berkelanjutan,” jelas Mariman.
Menutup paparannya, Mariman menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk terus mendampingi generasi muda dalam mengasah potensi mereka. “Kami ingin memastikan bahwa Indonesia memiliki barisan talenta unggul yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tangguh dan memiliki visi yang jelas untuk membawa bangsa ini berlari kencang menuju puncak Indonesia Emas 2045,” pungkas Mariman





0 Tanggapan
Empty Comments