SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar kegiatan edukatif bertema Kuliner Negeri Sakura sebagai upaya memperluas wawasan kuliner sekaligus memberdayakan masyarakat. Kegiatan yang diikuti ibu-ibu PKK Kelurahan Tawangsari ini berlangsung pada Sabtu (9/5/2026).
Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali keterampilan menyajikan masakan khas Jepang yang praktis, sehat, dan bernilai ekonomi. Selain menjadi ajang pengenalan budaya Jepang, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi ibu-ibu yang bergerak di sektor UMKM.
Materi disusun secara aplikatif agar dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan sekaligus dimanfaatkan sebagai bekal makanan bergizi bagi anak-anak.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara. Para ibu mengikuti setiap tahapan dengan saksama, mulai dari pengenalan bahan, teknik pengolahan, hingga tips penyajian agar menarik dan sesuai dengan selera keluarga Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masakan Jepang tidak selalu rumit dan mahal. Dengan bahan lokal yang mudah ditemukan, ibu-ibu juga bisa membuat menu yang sehat dan menarik untuk keluarga,” ujar Mokhamad Ikhuwan, S.Pd, guru Bahasa Jepang Smamita.
Pada sesi praktik, Intan Nur Fitri Hidayat, A.Md.AB memandu langsung demonstrasi memasak dua menu populer Jepang, yakni makizushi dan okonomiyaki. Dengan penjelasan yang komunikatif, Intan menunjukkan langkah-langkah pembuatan yang sederhana, higienis, dan efisien.
Peserta pun berkesempatan mencicipi hasil masakan yang langsung mendapat respons positif.
“Saya senang karena ternyata cara membuatnya cukup mudah dan bahannya juga bisa didapat di sekitar rumah. Ini bisa menjadi ide jualan maupun bekal anak,” ungkap salah satu peserta pelatihan.
Selain aspek edukasi kuliner, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi Smamita dalam memperkenalkan program sekolah kepada masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan memberi manfaat langsung, Smamita menunjukkan komitmennya dalam penguatan life skills dan kewirausahaan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa biaya pendidikan di Smamita relatif terjangkau dengan kualitas pembelajaran yang terus ditingkatkan. Hal itu tercermin dari banyaknya lulusan yang berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Sementara itu, Mokhamad Ikhuwan, S.Pd hadir sebagai pemateri utama. Ia tidak hanya mengenalkan ragam masakan khas Jepang, tetapi juga mengajak ibu-ibu PKK memahami filosofi kuliner Jepang yang menekankan keseimbangan gizi, kesederhanaan penyajian, serta kebersihan proses memasak.
“Masakan Jepang sebenarnya dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia karena banyak menggunakan sayuran, telur, dan nasi. Karena itu, menu-menu tersebut mudah diadaptasi untuk konsumsi keluarga maupun usaha rumahan,” jelas Ikhuwan.
Peserta juga dibekali pengetahuan dasar istilah kuliner dalam bahasa Jepang, teknik penyajian bento, serta cara pengemasan makanan agar menarik dan higienis.
Melalui praktik langsung, ibu-ibu PKK tampak antusias menyusun menu sederhana ala Jepang yang dapat dijadikan bekal sehat bagi anak-anak. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan budaya internasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM serta memperkuat peran keluarga dalam penyediaan makanan sehat dan bernilai edukatif.
Pelatihan kuliner ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara Smamita dan masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan UMKM serta penguatan peran ibu dalam pendidikan dan ekonomi keluarga. Dengan semangat berbagi ilmu, Smamita terus berupaya hadir dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments