Setelah resmi dibuka pada Selasa (4/8/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 89 langsung terjun dalam berbagai aktivitas masyarakat Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (5/8/2026).
KKN MAs merupakan program pengabdian yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi dalam melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Sejak hari pertama kegiatan, mahasiswa Kelompok 89 tidak hanya mempersiapkan program kerja, tetapi juga berbaur dan terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat. Salah satunya dengan membantu kader dalam pemeriksaan balita dan lansia.
Mahasiswa turut membantu proses pengukuran berat badan dan tinggi badan serta pembagian vitamin bagi balita. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengenal kegiatan pelayanan kesehatan yang berlangsung di desa.
Selain kegiatan kesehatan, mahasiswa juga ikut terlibat dalam aktivitas pertanian masyarakat. Kelompok 89 membantu proses pemanenan kentang yang menjadi salah satu komoditas pertanian utama di Desa Sumberbrantas.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat sekaligus melihat secara langsung potensi pertanian yang dimiliki Desa Sumberbrantas.
Di bidang pendidikan, mahasiswa turut membantu kegiatan pembelajaran di TK Aisyiyah. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan belajar dan bermain.
Sementara di bidang kepemudaan, Kelompok 89 ikut berpartisipasi dalam kegiatan Karang Taruna Desa Sumberbrantas. Keterlibatan dalam berbagai bidang tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sejak awal pelaksanaan KKN.
Ketua Kelompok 89, Rikki Hamzah Paripurna, mengatakan mahasiswa berupaya tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat.
“Kami ingin selama KKN ini bisa benar-benar berbaur dengan masyarakat. Selain menjalankan program kerja yang sudah kami susun, kami juga ingin ikut membantu dan terlibat dalam kegiatan yang memang sudah berjalan di Desa Sumberbrantas,” ujarnya.
Selain mengikuti kegiatan masyarakat, Kelompok 89 juga mengusulkan dua program kerja utama, yaitu EduFarm dan Festival UMKM Desa Sumberbrantas.
EduFarm dirancang dengan memanfaatkan potensi pertanian desa sebagai media edukasi bagi anak-anak. Program tersebut diharapkan dapat mengenalkan potensi pertanian sekaligus memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Festival UMKM Desa Sumberbrantas dirancang sebagai wadah untuk memperkenalkan dan membantu mempromosikan produk usaha masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mendukung potensi ekonomi yang dimiliki desa.
Melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas masyarakat serta persiapan program kerja tersebut, Kelompok 89 KKN MAs mulai membangun hubungan dengan warga Desa Sumberbrantas. Bagi mahasiswa, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses belajar dan pengabdian secara langsung di tengah masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments