Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN MAs 33 Dorong Keberlanjutan Inovasi Agrikultur Berbasis Potensi Lokal di Desa Beji

Iklan Landscape Smamda
KKN MAs 33 Dorong Keberlanjutan Inovasi Agrikultur Berbasis Potensi Lokal di Desa Beji
KKN MAs 33 menggelar workshop inovasi agrikultur untuk mendorong pemanfaatan potensi lokal dan keberlanjutan program pertanian masyarakat Desa Beji (Rosliana/PWMU.CO)
pwmu.co -

Keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian KKN Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 33 dalam melaksanakan Workshop Inovasi Agrikultur di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berdiskusi serta bertukar pengetahuan mengenai pengembangan inovasi pertanian yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Workshop tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Peserta juga terlibat dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai kemungkinan pengembangan program setelah masa pengabdian mahasiswa KKN MAs berakhir.

Salah satu pembahasan dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan limbah rumah tangga untuk mendukung kegiatan pertanian. Limbah seperti galon bekas dapat dimanfaatkan kembali sebagai wadah atau media budidaya tanaman.

Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memberikan nilai guna pada barang yang sebelumnya dianggap sebagai sampah. Selain mendukung kegiatan pertanian, pemanfaatan kembali limbah juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan sampah rumah tangga.

Dorong KWT Manfaatkan Potensi Sekitar

Mas Ahmad yang hadir sebagai tamu dalam kegiatan tersebut turut memberikan pandangan mengenai keberlanjutan inovasi yang diperkenalkan KKN MAs Kelompok 33.

Menurutnya, program tersebut dapat dikembangkan oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), dengan memanfaatkan lahan dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kegiatan seperti ini sebenarnya bisa dilaksanakan oleh ibu-ibu KWT di lahan masing-masing. Tidak harus menggunakan bahan yang mahal, tetapi bisa memanfaatkan limbah-limbah yang ada di sekitar. Ini juga bisa menjadi sistem pengelolaan sampah rumah tangga, sehingga limbah yang masih bisa digunakan tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan kembali untuk kegiatan pertanian,” jelas Ahmad.

Pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar menjadi salah satu poin yang dibahas dalam workshop. Masyarakat dapat menyesuaikan penerapan inovasi dengan kondisi lahan dan sumber daya yang dimiliki.

SMPM 5 Pucang SBY

Gagasan tersebut mendapat respons dari Ketua RT setempat. Ia menyampaikan ketertarikannya untuk melanjutkan program karena masih terdapat ruang kosong yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

“Harapannya nanti ada kelanjutannya. Saya tertarik dengan program ini karena di sini masih banyak ruang kosong yang bisa dimanfaatkan. Limbah galon juga bisa digunakan kembali, jadi daripada dibuang, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian,” ungkapnya.

Tidak Berhenti Setelah KKN

Workshop Inovasi Agrikultur menjadi bagian dari upaya KKN MAs Kelompok 33 untuk memperkenalkan inovasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi masyarakat Desa Beji.

Selain memperkenalkan pemanfaatan limbah rumah tangga, kegiatan tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan kondisi lingkungan setempat. Diskusi ini juga menjadi sarana untuk melihat kemungkinan pengembangan program secara mandiri.

KKN MAs Kelompok 33 menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu perhatian dalam pelaksanaan program. Inovasi yang diperkenalkan diharapkan tidak berhenti ketika masa KKN selesai, tetapi dapat diteruskan masyarakat sesuai kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.

Melalui workshop tersebut, inovasi agrikultur berbasis potensi lokal diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia di Desa Beji. Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media pertanian juga menjadi contoh sederhana bagaimana persoalan lingkungan dapat dihubungkan dengan kegiatan produktif masyarakat.

Dengan keterlibatan masyarakat dalam proses diskusi dan pengembangan program, inovasi yang diperkenalkan KKN MAs Kelompok 33 dapat menjadi pengetahuan yang dapat diterapkan secara mandiri dan disesuaikan dengan potensi lokal Desa Beji. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 30/08/2026 13:31
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu