Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Profil Masjid Menuju Gerakan Perubahan: Akademi Marbot Batch 4 Dorong Masjid Lebih Terencana

Iklan Landscape Smamda
Dari Profil Masjid Menuju Gerakan Perubahan: Akademi Marbot Batch 4 Dorong Masjid Lebih Terencana
Akademi Marbot Batch 4 Dorong Masjid Lebih Terencana. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Masjid tidak cukup hanya memiliki bangunan yang megah, jamaah yang ramai, atau berbagai kegiatan keagamaan yang rutin. Di balik sebuah masjid yang hidup, dibutuhkan pengelolaan yang terencana, kemampuan membaca kondisi sosial masyarakat, serta keberanian menentukan prioritas program.

Semangat itulah yang disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Jawa Timur, Dr. Hasan Ubaidillah, MM, dalam acara Akademi MARBOT Batch 4 yang diselenggarakan LPCRPM Jawa Timur di Masjid Al Ikram, Wage, Sepanjang, pada 28 dan 30 Agustus 2026.

Sebanyak 85 pengelola dari 15 masjid mengikuti rangkaian pelatihan tersebut. Mereka datang tidak sekadar untuk mendengarkan materi tentang tata kelola masjid, tetapi juga membawa pengalaman, persoalan, dan tantangan masing-masing dalam menghidupkan masjid di tengah masyarakat.

Menurut Hasan Ubaidillah, ada satu agenda yang membuat suasana pelatihan menjadi berbeda. Para peserta tidak hanya belajar, tetapi juga berkompetisi menyusun profil masjid.

Bukan sekadar membuat dokumen berisi sejarah berdirinya masjid, struktur kepengurusan, jumlah jamaah, atau daftar kegiatan, profil masjid dalam Akademi MARBOT Batch 4 diarahkan menjadi semacam peta jalan pengembangan masjid.

Hasan Ubaidillah mengatakan, setiap kelompok ditantang mengenali masjidnya secara lebih mendalam. Mereka harus mampu menjawab pertanyaan sederhana, tetapi mendasar: siapa masyarakat di sekitar masjid? Apa persoalan sosial yang mereka hadapi? Apa potensi yang dimiliki masjid? Apa kebutuhan jamaah? Dan program apa yang paling mendesak untuk dilakukan?

Dari sinilah proses penyusunan profil berubah menjadi latihan menyusun strategi.

Masjid Belajar Membaca Lingkungannya

Hasan Ubaidillah melanjutkan, para peserta diajak melakukan analisis sosial sebagai dasar untuk memahami lingkungan masjid. Data dan informasi tentang jamaah serta masyarakat sekitar kemudian diterjemahkan menjadi berbagai kebutuhan dan peluang pengembangan.

Selanjutnya, mereka belajar menentukan skala prioritas.

Tidak semua persoalan harus diselesaikan sekaligus. Tidak semua program harus dijalankan dalam waktu yang bersamaan. Masjid perlu memilih mana yang paling penting, paling mendesak, paling mungkin dilakukan, dan paling memberikan dampak bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, profil masjid tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Ia menjadi instrumen perencanaan.

“Profil masjid harus mampu menggambarkan kondisi riil masjid sekaligus menunjukkan ke mana masjid akan dikembangkan,” demikian semangat yang dibangun dalam proses pembelajaran Akademi MARBOT.

Menariknya, kompetisi tersebut justru menghadirkan proses belajar yang sangat nyata.

Para pengelola masjid harus berdiskusi. Ada yang berdebat menentukan persoalan paling mendesak. Ada yang mencoba membaca data jamaah. Ada pula yang mulai melihat bahwa persoalan masjid ternyata tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah.

Masjid berada di tengah masyarakat. Karena itu, persoalan pendidikan, ekonomi, kepemudaan, keluarga, kelompok rentan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bagian dari perhatian pengelolaan masjid.

Di titik inilah Akademi MARBOT mencoba memperluas cara pandang tentang pengelolaan masjid.

SMPM 5 Pucang SBY

Marbot dan pengelola masjid bukan hanya penjaga kebersihan dan fasilitas masjid. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan manajerial, memahami jamaah, membaca lingkungan sosial, serta mampu menggerakkan potensi masyarakat.

Dari Data Menjadi Program

Pembelajaran tersebut kemudian diarahkan pada satu pertanyaan penting: setelah mengetahui kondisi masjid dan masyarakat, apa yang harus dilakukan?

Jawabannya tidak berhenti pada banyaknya kegiatan. Program masjid harus lahir dari kebutuhan nyata dan memiliki tujuan yang jelas.

Karena itu, peserta Akademi MARBOT didorong untuk membangun cara berpikir berbasis data. Setiap rencana program perlu memiliki alasan yang kuat, sasaran yang jelas, serta indikator yang dapat digunakan untuk melihat perkembangannya.

Dengan demikian, masjid tidak lagi menjalankan kegiatan hanya karena mengikuti kebiasaan atau agenda tahunan. Setiap program diharapkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan jamaah dan persoalan masyarakat di sekitarnya.

Pendekatan ini sekaligus mengubah cara memandang keberhasilan sebuah masjid. Masjid yang aktif bukan hanya masjid yang memiliki banyak kegiatan, tetapi masjid yang mampu memberikan manfaat dan menghadirkan perubahan bagi jamaah serta lingkungan sekitarnya.

Menuju Masjid yang Berdampak

Akademi MARBOT Batch 4 pada akhirnya tidak sekadar menjadi ruang belajar tentang administrasi dan tata kelola masjid. Lebih dari itu, pelatihan tersebut menjadi ruang refleksi bagi para pengelola masjid untuk melihat kembali posisi masjid di tengah kehidupan masyarakat.

Profil masjid menjadi titik awal. Dari sana, pengelola diajak mengenali kondisi internal, membaca lingkungan eksternal, memetakan persoalan, mengidentifikasi potensi, menentukan prioritas, kemudian menyusun langkah pengembangan.

Jika proses tersebut dilakukan secara konsisten, masjid memiliki peluang lebih besar untuk bergerak dari sekadar memiliki kegiatan menuju gerakan perubahan.

Masjid tidak hanya menjadi tempat masyarakat datang untuk beribadah, tetapi juga menjadi ruang bertumbuh, belajar, saling menguatkan, dan menyelesaikan persoalan bersama.

Inilah spirit yang hendak dibangun melalui Akademi MARBOT: menghadirkan pengelola masjid yang tidak hanya terampil mengurus masjid, tetapi juga mampu merancang masa depan masjid.

Sebab, masjid yang baik bukan hanya masjid yang ramai hari ini. Masjid yang baik adalah masjid yang mampu membaca kebutuhan umat, merencanakan langkah, menggerakkan jamaah, dan menghadirkan manfaat yang terus tumbuh bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 30/08/2026 14:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu