KKN MAs Kelompok 23 Wonoagung membantu Cafe Bukit Ganjaran mengembangkan media promosi untuk memperluas jangkauan pemasaran. Program tersebut dilakukan melalui pembuatan video promosi serta katalog menu dalam format digital dan offline.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) di Cafe Bukit Ganjaran, Dusun Temurejo, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Sebanyak 13 mahasiswa KKN MAs Kelompok 23 terlibat dalam pengembangan media promosi tersebut.
Program mulai dikerjakan pada akhir minggu ketiga pelaksanaan KKN dan diselesaikan pada pertengahan minggu keempat.
Cafe Bukit Ganjaran merupakan salah satu tempat nongkrong di wilayah Temurejo yang menawarkan suasana alam. Cafe tersebut beroperasi pada sore hingga malam hari dengan pemandangan alam sebagai salah satu daya tarik, khususnya bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana matahari terbenam.
Selain menawarkan suasana dan pemandangan, Cafe Bukit Ganjaran menyediakan berbagai pilihan camilan serta minuman dengan beragam varian.
Informasi mengenai cafe tersebut diperoleh mahasiswa KKN dari ibu posko. Mahasiswa kemudian melakukan observasi dan wawancara dengan pihak pengelola untuk mengetahui kondisi usaha, potensi yang dimiliki, serta kebutuhan yang dapat dibantu melalui program KKN.
Dari hasil observasi, Cafe Bukit Ganjaran sebelumnya telah menggunakan TikTok sebagai salah satu media promosi. Namun, pihak cafe menyampaikan bahwa jumlah penonton atau viewers masih perlu ditingkatkan.
Cafe tersebut juga telah memiliki katalog menu, tetapi masih berupa lembaran sederhana. Kondisi itu mendorong mahasiswa KKN MAs Kelompok 23 memilih video promosi dan katalog sebagai media yang dapat mendukung pemasaran.
Video dinilai dapat menampilkan suasana cafe secara lebih visual, sedangkan katalog membantu calon pengunjung memperoleh informasi mengenai menu dan harga sebelum datang.
Salah satu hasil utama program tersebut adalah video promosi berdurasi sekitar 30 detik. Video dirancang untuk memperlihatkan daya tarik Cafe Bukit Ganjaran melalui visual yang singkat dan menarik.
Sejumlah bagian yang ditampilkan meliputi tampak depan cafe, suasana tempat, pemandangan alam, serta makanan dan minuman yang tersedia. Mahasiswa juga terlibat sebagai talent untuk memberikan gambaran mengenai suasana ketika berada di cafe.
Konsep video dibuat dengan nuansa aesthetic yang disesuaikan dengan karakter Cafe Bukit Ganjaran. Video tidak menggunakan voice over, tetapi memanfaatkan musik sebagai latar sehingga visual cafe menjadi fokus utama.
Proses pengambilan gambar hingga penyuntingan dilakukan oleh divisi PDD KKN MAs Kelompok 23. Setelah selesai disunting, video dipublikasikan melalui TikTok dan Instagram.
Video tersebut juga diserahkan kepada pihak cafe dalam bentuk tautan sehingga dapat digunakan kembali sebagai aset promosi.
Selain video, mahasiswa membuat katalog menu digital dalam format PDF yang dapat diakses melalui media sosial dan QR code.
Katalog tersebut memuat foto menu, nama makanan dan minuman, harga, deskripsi, alamat cafe, serta QR code. Penyusunan katalog secara sistematis diharapkan memudahkan calon pengunjung mengetahui pilihan menu dan harga sebelum berkunjung.
KKN MAs Kelompok 23 juga menyusun katalog offline dalam bentuk buku dengan sekitar sembilan halaman. Katalog tersebut berisi deskripsi Cafe Bukit Ganjaran, daftar makanan, minuman, serta harga.
Desain katalog offline dibuat selaras dengan katalog digital untuk menjaga konsistensi identitas visual cafe. Dalam proses pembuatannya, mahasiswa mengambil foto menu secara langsung dan membuat beberapa alternatif desain sebelum menentukan konsep akhir.
Desain tersebut melalui sekitar dua kali revisi dengan mempertimbangkan warna, pemilihan font, tata letak, dan komposisi foto. Unsur logo bergambar pegunungan yang menjadi salah satu ciri visual Cafe Bukit Ganjaran juga tetap dipertahankan.
Program tersebut mendapat dukungan dari pihak pengelola Cafe Bukit Ganjaran. Saat melakukan pengambilan gambar dan dokumentasi, mahasiswa juga merasakan suasana cafe yang adem, tenang, dan indah sesuai dengan konsep alam yang ditawarkan kepada pengunjung.
Video promosi yang dibuat telah dipublikasikan melalui akun TikTok dan Instagram. Pihak cafe selanjutnya berencana melanjutkan pengelolaan media sosial secara mandiri sehingga konten yang telah dibuat dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran cafe ke depan.
Sementara itu, katalog digital telah selesai dibuat dan diberikan kepada pihak cafe untuk digunakan. Adapun katalog offline dalam bentuk buku masih dalam tahap penyelesaian dan belum dicetak.
Mas Kevin, salah satu pegawai Cafe Bukit Ganjaran, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam pengembangan media promosi tersebut.
“Menurut saya, hasil yang dibuat teman-teman KKN cukup bagus dan menarik. Video promosi maupun katalog ini bisa membantu kami mengenalkan cafe, terutama menu dan suasananya, kepada Masyarakat. Semoga kedepannya media promosi ini bisa membantu meningkatkan jangkauan cafe dan menarik lebih banyak pengunjung,” ujar Mas Kevin.
Melalui program tersebut, KKN MAs Kelompok 23 Wonoagung membantu Cafe Bukit Ganjaran memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi yang lebih informatif dan menarik.
Aset promosi yang telah disiapkan juga memberikan ruang bagi pihak cafe untuk melanjutkan publikasi secara mandiri melalui media sosial setelah masa KKN berakhir. Bagi mahasiswa KKN MAs Kelompok 23 Wonoagung, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung pengembangan usaha lokal melalui pemanfaatan media digital.





0 Tanggapan
Empty Comments