Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

4.021 Alumni LKP Dilepas Bekerja di 11 Negara, Bawa Keterampilan Indonesia ke Dunia

Iklan Landscape Smamda
4.021 Alumni LKP Dilepas Bekerja di 11 Negara, Bawa Keterampilan Indonesia ke Dunia
pwmu.co -

Sebanyak 4.021 alumni Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas untuk bekerja di 11 negara melalui Gebyar Kursus 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan di Jakarta, Sabtu (29/8).

Mengusung tema Connecting Skills, Creating Futures, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi jalur bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan sekaligus membuka akses menuju dunia kerja, termasuk hingga ke mancanegara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menilai pelepasan ribuan alumni LKP tersebut memperlihatkan peran pendidikan nonformal dalam membekali anak-anak Indonesia dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di sektor profesional.

Menurutnya, para alumni yang bekerja di luar negeri tidak hanya membawa kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perwakilan Indonesia di negara tempat mereka bekerja.

“Mereka adalah diaspora-diaspora Indonesia yang ke luar negeri bukan semata-mata untuk mencari rezeki, tetapi mereka adalah duta-duta Indonesia yang membawa misi Indonesia, membawa misi untuk memperkuat jalinan kerja sama dan bahkan jaringan bisnis antara Indonesia dengan negara-negara lain di mana mereka berada.”

4.021 Alumni LKP Dilepas Bekerja di 11 Negara, Bawa Keterampilan Indonesia ke Dunia

Abdul Mu’ti juga mengapresiasi forum LKP dan Direktorat Kursus dan Pelatihan yang menyelenggarakan Gebyar LKP 2026. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang fleksibel, mudah dijangkau, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai pendidikan formal dan nonformal memiliki peran yang saling melengkapi dalam membekali masyarakat dengan kecakapan hidup.

“Hal ini selaras dengan arahan Bapak Presiden. Selain program SMK Go Global dan juga SMK 3 + 1, program ini juga menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan formal dan nonformal berperan penting dalam membekali anak-anak Indonesia dengan kecakapan hidup untuk mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang layak, baik untuk mereka secara pribadi maupun dalam konteks yang lebih besar untuk kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pelepasan alumni LKP tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pemberangkatan tenaga kerja. Kegiatan itu, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menghubungkan keterampilan yang dimiliki lulusan dengan peluang kerja.

“Hari ini kita tidak sekadar melepas 4.021 alumni, tetapi kita melepas talenta Indonesia yang membawa keterampilan, karakter, dan nama bangsa ke panggung dunia. Dengan Connecting Skills, Creating Futures , kita hubungkan keterampilan mereka, kita buka kesempatannya, dan bersama kita ciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar Tatang.

SMPM 5 Pucang SBY

Dukungan terhadap penguatan pendidikan keterampilan juga disampaikan Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro. Ia menekankan pentingnya kemampuan LKP membaca perubahan kebutuhan pasar kerja agar program pelatihan tetap relevan dengan perkembangan industri.

“LKP harus mampu membaca perubahan pasar kerja agar program pelatihannya tidak tertinggal dari perkembangan industri. Hubungan antara lembaga kursus, pemerintah, dan dunia usaha/dunia industri (DUDI) perlu terus diperkuat. LKP diharapkan tidak hanya berfokus pada sertifikasi, tetapi memastikan akses pekerjaan yang nyata. Keterampilan teknis juga perlu dilengkapi dengan kemampuan digital, manajemen usaha, pemasaran, literasi keuangan, hingga pembuatan jejaring agar lulusan didorong menjadi pencipta lapangan kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Indonesia, Zulkifli M. Adam, menyebut lulusan LKP memiliki peluang yang luas, baik di pasar kerja dalam negeri, luar negeri, maupun melalui jalur kewirausahaan.

“Ini adalah salah satu wujud konkret lembaga kursus bersama pemerintah dalam rangka menuntaskan masalah pengangguran dan kemiskinan,” ujar Zulkifli.

Bidang hospitality atau perhotelan dan kuliner serta tenaga pengasuh (caregiver) menjadi sektor yang banyak menyerap lulusan LKP di luar negeri.

Pada pelepasan tersebut, alumni LKP memperoleh kesempatan berkarier di sejumlah negara, di antaranya Jepang, Malaysia, Bulgaria, Thailand, Albania, Singapura, dan Turki.

Selain pelepasan alumni, Gebyar Kursus 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi keterampilan, pameran (expo), promosi program unggulan LKP, hingga sesi business matching.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperluas akses pendidikan keterampilan sekaligus memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan.

Perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia tidak berhenti pada kemampuan untuk langsung bekerja. Tenaga kerja juga dituntut memiliki kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada.

Revisi Oleh:
  • Satria - 29/08/2026 23:14
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu