Musyawarah Ranting (Musyran) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MBS Prof Hamka Kota Madiun tidak sekadar menjadi forum pergantian kepengurusan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi santri untuk belajar berdemokrasi, menyampaikan aspirasi, serta mengasah kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan.
Musyran yang berlangsung Sabtu (29/8/2026) tersebut digelar di dua lokasi, yakni Kampus 1 untuk santri putra dan Kampus 2 untuk santri putri.
Forum tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi pelajar Muhammadiyah. Para santri dilatih berdiskusi, menyampaikan pendapat, memberikan saran dan masukan, hingga mengambil keputusan melalui musyawarah.
Waka Kesiswaan MBS Prof Hamka Kota Madiun, Miftah Nur’afifah, mengatakan Musyran merupakan salah satu agenda penting dalam pembinaan organisasi dan kepemimpinan siswa.
Sebelum memasuki forum utama, peserta terlebih dahulu mengikuti Pra-Musyran. Tahap tersebut menjadi persiapan agar santri memahami materi Musyran, tata tertib persidangan, serta mekanisme jalannya sidang melalui simulasi.
Pembekalan itu diharapkan membuat peserta lebih siap mengikuti pembahasan, menyampaikan pendapat, hingga mengambil keputusan dalam forum.
“Musyran bukan hanya tentang siapa yang nantinya menjadi pengurus, tetapi bagaimana siswa belajar menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan, menyampaikan gagasan dengan baik, dan mengambil keputusan secara bijaksana,” ujarnya.
Menurut Miftah, pengalaman tersebut penting agar siswa tidak hanya memahami kepemimpinan secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung. Musyran sekaligus menjadi sarana melatih tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan mengambil keputusan.
“Jangan hanya berorientasi pada jabatan atau hasil akhir, tetapi nikmati setiap prosesnya. Belajar menyampaikan pendapat, belajar mendengarkan, belajar menerima keputusan, dan belajar bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” tambahnya.
Ia berharap kepengurusan yang lahir dari Musyran mampu melanjutkan program-program positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru.
Musyran kemudian menetapkan dua ketua Pimpinan Ranting IPM MBS Prof Hamka.
Muhammad Faqih Firdaus terpilih sebagai Ketua Pimpinan Ranting IPM MBS Prof Hamka Kampus 1. Sementara Shabrina Azmi Umarella dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Ranting IPM MBS Prof Hamka Kampus 2.
Kepala SMP MBS Prof Hamka Kota Madiun, Imron Wafdurrahman, berharap kepengurusan baru dapat membawa organisasi menjadi semakin baik.
“Semoga terpilih pimpinan ranting yang semakin baik, mewujudkan generasi pelajar yang terampil, berilmu, dan berakhlak mulia, serta menjadi kader Muhammadiyah yang kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
Menurut Imron, Musyran memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi pelajar yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan menghadapi tantangan pada masa mendatang.
Ketua Pimpinan Daerah (PD) IPM Kota Madiun, Ayub Mustakim, menegaskan pentingnya posisi pimpinan ranting dalam gerakan IPM.
“Ranting adalah ujung tombak gerakan IPM. Di sinilah akar dan tunas kaderisasi Muhammadiyah tumbuh. Kuat atau lemahnya gerakan IPM di daerah sangat ditentukan oleh seberapa aktif dan dinamis Pimpinan Ranting,” jelasnya.
Menurut Ayub, Musyran di MBS Prof Hamka menjadi momentum untuk memperkuat proses kaderisasi sekaligus membangun arah gerakan ranting agar semakin dinamis.
Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pemilihan kepengurusan, tetapi juga mampu menghasilkan solusi bersama untuk perkembangan Pimpinan Ranting IPM MBS Prof Hamka.
“Harapannya, dari Musyran yang ini lahir solusi bersama untuk Ranting MBS Prof Hamka ke depan,” ungkapnya.
Pasca-Musyran, pendampingan akan dilanjutkan pada proses pelantikan serta penertiban administrasi organisasi.
“Dengan demikian, kepengurusan baru tidak hanya terbentuk secara struktural, tetapi juga memiliki kesiapan untuk melanjutkan gerakan dan program organisasi,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments