Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) kelompok 94 menghadirkan salah satu program unggulan berupa Smart Book UMKM bagi pelaku usaha di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur di Balai Desa Ngenep (15/8/2026).
Program ini dirancang sebagai sistem pembukuan visual berbasis literasi numerasi untuk membantu pelaku UMKM mengelola keuangan usaha serta mengurangi kebocoran keuangan antara laba usaha dan kebutuhan rumah tangga.
Program Smart Book dilaksanakan sebagai bentuk edukasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam memahami pentingnya pencatatan keuangan.
Salah satu permasalahan yang dihadapi pelaku usaha adalah bercampurnya uang hasil usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pelaku usaha kesulitan mengetahui jumlah modal, pemasukan, pengeluaran, dan laba yang sebenarnya diperoleh.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pencacatan keuangan secara sederhana dan teratur.
Mahasiswa program studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gombong, Ari Nugroho turut memandu kegiatan dengan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan usaha dan pentingnya membedakan antara uang usaha dengan kebutuhan rumah tangga.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengisian Smart Book. Pendampingan praktik dipandu oleh mahasiswa KKN MAs kelompok 94, Salsa, yang membantu peserta memahami cara mengisi setiap bagian dalam Smart Book.
Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikan pencacatan keuangan berdasarkan kondisi usaha masing-masing.
Praktik dilakukan dalam dua bentuk, yaitu pencacatan secara manual menggunakan buku Smart Book yang telah di susun oleh tim Smart Book Kelompok 94. Melalui praktik manual, peserta belajar mencatat pemasukan, pengeluaran, modal, laba, serta kebutuhan rumah tangga secara sederhana.
Setelah itu, peserta diperkenalkan dengan versi digital agar pencatatan keuangan daapat dilakukan dengan lebih praktis dan mudah digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Salsa, selaku pendamping praktik pengisian Smart Book, membantu peserta secara langsung ketika mengalami kesulitan dalam mencatat maupun memasukkan data ke dalam website.
Pendampingan dilakukan secara bertahap sehingga peserta dapat mengikuti proses pengisian sesuai dengan kondisi keuangan usaha masing-masing.
Praktik secara langsung tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta dapat melihat dan memahami kondisi keuangan usahanya melalu data yang mereka masukkan sendiri.
Dengan adanya pencatatan yang lebih teratur pelaku UMKM diharapkan dapat mengetahui beberapa pemasukan yang diperoleh, pengeluaran yang dikeluarkan serta laba benar-benar dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu.
Perwakilan Pemerintah Desa Ngenep, Sandi Bambang Sudjiono, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Smart Book yang dihadirkan mahasiswa KKN MAS Kelompok 94.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama dalam memperbaiki pengelolahan keuangan rumah tangga.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak yang mengikuti kegiaan Smart Book ini. Harapannya kegiatan ini dapat membantu memperbaiki pengelolahan keuangan rumah tangga menjadi lebih baik” ujar Sandi.
Pernyataan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah Desa Ngenep terhadap upaya mahasiswa dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Secara tidak langsung, program Smart Book diharapkan membantu UMKM memahami bahwa keuangan usaha perlu dikelola dengan baik agar tidak seluruhnya tercampur dengan keuangan rumah tangga.
Penggunaan Smart Book secara manual dan digital juga memberikan alternatif kepada peserta sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.
Buku manual dapat digunakan untuk pencatatan sederhana, sedangakan website Smart Book memberikan kemudahan bagi peserta yang ingin melakukan pencatatan secara digital.
Melalui program unggulan ini, mahasiswa KKN MAS Kelomppok 94 terhadap pelaku UMKM Desa Ngenep dapat membangun kebiasaan mencatat keuangan secara konsisten.
Dengan mengetahui kondisi keuangan secara lebih jelas, pelaku usaha diharapkan mampu mengurangi kebocoran keuangan, memisahkan laba usaha dari kebutuhan rumah tangga, serta mengambil keputusan usaha berdasarkan pencatatan yang lebih teratur.
Program Smart Book menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN MAS Kelomok 94 dalam mendukung pembuatan UMKM Desa Ngenep melalui literasi keuangan, pencatatan sederhana, dan pemanfaatan teknologi digital.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments