Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kiprah Perdana Pelajar Muhammadiyah di Ajang Riset Kebencanaan Dunia

Iklan Landscape Smamda
Kiprah Perdana Pelajar Muhammadiyah di Ajang Riset Kebencanaan Dunia
Dua pelajar SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) di ajang 16th International Conference of the Integrated Disaster Risk Management (IDRiM) 2026 (Foto: Azmi Izuddin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Catat sejarah dunia. Dua pelajar SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) mencatatkan debut yang tidak main-main. Panji Tegar Wikantama (XII Shum) dan Anas Audah (XI ST 2) untuk kali pertama tampil di forum riset internasional. Dalam ajang 16th International Conference of the Integrated Disaster Risk Management (IDRiM) 2026 di Bali, 5 hingga 9 September 2026.

Keduanya membawa riset berjudul “Assessing Student-Based Youth Organizations Capacity Using McKinsey 7S Framework: Their Contribution to Disaster Resilience and Management”. Hasil kerja sama dengan Farah Khalifa As Silmi (XI ST) sebagai co-author. Riset ini dipresentasikan dalam sesi oral presentation Track 05: Urban Community Resilience, berdampingan dengan makalah dari peneliti berbagai kampus dunia.

Bagi Anas, keikutsertaannya sebagai pelajar dalam forum dunia ini menjadi pengalaman pertama yang jauh dari bayangan awalnya soal dunia riset. “Awalnya saya kira riset itu hanya buat orang kuliahan saja. Ternyata siswa SMA juga bisa, bahkan sampai dipresentasikan di forum internasional seperti ini. Ini pengalaman pertama yang bikin nagih pengin riset lagi,” ujar Anas bersyukur.

Riset yang mereka bawa membedah kesiapan organisasi pelajar dalam mendukung manajemen bencana. Riset memakai kerangka McKinsey 7S untuk membandingkan organisasi pelajar umum seperti OSIS dengan organisasi kepanduan seperti Pramuka, dan sejenisnya. Temuan dari riset ini menunjukkan organisasi kepanduan lebih unggul di fase tanggap darurat lewat keterampilan teknis seperti pencarian dan pertolongan (SAR) serta pertolongan pertama. Sementara OSIS lebih berperan di fase mitigasi lewat edukasi, sosialisasi, dan penggalangan dana.

SMPM 5 Pucang SBY

Kepala SMAMX, Salim Bahrisy, menyebut debut dua siswanya ini sebagai langkah awal yang patut dibanggakan. “Ini kiprah perdana, tapi langsung di forum sekelas dunia. Kami harap ini jadi pemantik buat siswa-siswa lain, bahwa riset itu bisa dimulai dari sekarang, tidak perlu nunggu kuliah dulu,” katanya saat dihubungi PWMU.CO.

Kiprah perdana ini sekaligus jadi bukti bahwa pintu forum ilmiah dunia tidak tertutup bagi pelajar SMA. Tentu ada syarat yang harus dipenuhi. Terutama punya keberanian mengangkat isu yang dekat dengan keseharian mereka sendiri.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 09/09/2026 10:30
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu