Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo (HJK) ke-667, Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG. (K)., M.Kes. mengunjungi Panti Tresna Wreda Muhammadiyah Kota Probolinggo pada Selasa (8/9/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban bersama para lansia anggota panti. Peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kepedulian dan perhatian kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Probolinggo didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr. Intan Sudarmadi, Sp.S., M.H., Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo Dr. R. Suwigtyo, S.Sos., M.Si., Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo Imanuddin Abil Fida, M.I.R.K.H.,
Ia menekankan pentingnya memberikan penghormatan dan pelayanan terbaik kepada para lansia. Ia juga menilai bahwa istilah Panti Tresna Wreda lebih tepat digunakan karena mengandung makna kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian terhadap warga lanjut usia.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan kandungan Al-Qur’an Surat Yasin ayat 68 yang menjelaskan perjalanan kehidupan manusia serta melemahnya kondisi fisik seiring bertambahnya usia.
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan melalui berbagai fase kehidupan hingga memasuki usia lanjut. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga dengan tetap aktif bergerak dan beraktivitas.
“Jangan berhenti beraktivitas agar otot dan saraf tetap terlatih,” pesannya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu aktivitas fisik ringan yang dapat dilakukan setiap hari adalah gerakan dalam ibadah Sholat. Selain bernilai ibadah, gerakan Sholat juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena membantu melatih berbagai kelompok otot.
Perlu Peningkatan Sarana Lansia
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana bagi warga lansia di Panti Tresna Wreda Muhammadiyah Kota Probolinggo.
Menurutnya, lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang memadai merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para anggota panti.
Wali Kota Probolinggo turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammadiyah atas peran serta kepeduliannya dalam mengelola Panti Tresna Wreda Muhammadiyah Kota Probolinggo serta menjaga suasana yang kondusif.
Menurutnya, keberadaan panti tersebut merupakan salah satu wujud nyata pengabdian Muhammadiyah di bidang sosial dan kemanusiaan.
Gagasan Menulis Autobiografi Lansia
Hal menarik lainnya yang disampaikan Wali Kota adalah gagasan untuk menyusun autobiografi para warga Panti Tresna Wreda. Menurutnya, setiap lansia memiliki perjalanan hidup yang sarat pengalaman, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan yang layak didokumentasikan.
Kisah perjalanan mereka tidak hanya menjadi kenangan pribadi, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi generasi muda.
“Setiap orang memiliki cerita kehidupan yang berharga. Kisah para lansia ini penting untuk didokumentasikan agar dapat menjadi bagian dari sejarah dan inspirasi bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.
Dialog Hangat Penuh Guyonan
Suasana kunjungan semakin cair ketika salah seorang warga Panti Tresna Wreda berkesempatan berdialog langsung dengan Wali Kota Probolinggo.
Dengan polos, salah satu warga tersebut menyampaikan sejumlah keluhan kesehatan.
“Pak Wali, saya penyakit ada empat; gula darah, kolesterol, asam urat, dan nyongronyo,” ujarnya. Istilah tersebut merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa untuk menggambarkan keluhan linu-linu.
Mendengar ungkapan tersebut, Wali Kota yang berlatar belakang dokter langsung tertawa. Dengan gaya santai dan diselingi guyonan, ia merespons keluhan warga tersebut.
Suasana dialog pun menjadi semakin cair dan dipenuhi tawa. Kehangatan komunikasi antara Wali Kota dan para lansia menjadi salah satu momen berkesan dalam kunjungan tersebut.
Disambut Pimpinan Daerah Muhammadiyah
Kunjungan Wali Kota Probolinggo juga disambut hangat oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo. Hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo Muhammad Dawam Ikhsan, M.Si., Sekretaris Samsul Arifin, M.Pd., Bendahara Drs. Luqman Hakim, M.M., serta Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial, Dr. Benny Prasetya, M.Pd.
“Panti Tresna Wreda Muhammadiyah Kota Probolinggo memiliki sejarah yang panjang. Panti ini dikenal sebagai panti lansia Muhammadiyah tertua se Indonesia dan menjadi satu-satunya Panti Tresna Wreda di Jawa Timur yang dikelola oleh Muhammadiyah” ungkap Benny.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan rencana bantuan renovasi gedung Panti Tresna Wreda Muhammadiyah yang insyaallah akan direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Selain itu, dalam kesempatan ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo juga berkenan memberikan secara langsung bantuan berupa paket bingkisan kebutuhan bagi warga Panti Tresna Wreda Muhammadiyah.
Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Probolinggo Dr. Benny Prasetya, M.Pd., saat dihubungi oleh Kontributor PWMU.CO via telfon menyampaikan ungkpan syukur Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungan Wali Kota Probolinggo beserta seluruh tim dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Ia mengapresiasi perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo terhadap warga Panti Tresna Wreda Muhammadiyah.
Menurut Benny, sejak Panti Tresna Wreda Muhammadiyah didirikan di Kota Probolinggo, Wali Kota periode sekarang merupakan satu-satunya wali kota yang berkunjung langsung ke panti tersebut.
“Bapak dr. H. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes. merupakan satu-satunya walikota sejak awal berdirinya Panti Tresna Wreda Muhammadiyah di Kota Probolinggo yang berkunjung dan menunjukkan kepedulian secara langsung kepada warga panti,” ujarnya.
Meninjau Kamar Warga Panti
Mengakhiri rangkaian kunjungannya, Wali Kota Probolinggo meninjau langsung lingkungan Panti Tresna Wreda Muhammadiyah. Ia mengunjungi beberapa kamar warga panti untuk melihat kondisi tempat tinggal serta fasilitas yang tersedia bagi para lansia.
Kunjungan dalam rangka Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 tersebut menjadi wujud perhatian Pemerintah Kota Probolinggo terhadap warga lanjut usia.
Pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dengan upaya menghadirkan kepedulian, kasih sayang, serta penghormatan kepada seluruh warga, termasuk mereka yang tengah menikmati masa senja.
Dengan semangat Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667, perhatian terhadap para lansia menjadi pengingat bahwa kota yang maju bukan hanya kota yang berkembang secara fisik, melainkan juga kota yang mampu merawat nilai-nilai kemanusiaan dan memuliakan warganya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments