Kajian Inspirasi Subuh (KIS) di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, Rabu (9/9/2026), kembali mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah ﷺ sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Kajian yang rutin diselenggarakan setiap Rabu ba’da Subuh dan diasuh oleh Ustaz Muchamad Arifin tersebut melanjutkan pembahasan tentang sifat-sifat mulia Rasulullah ﷺ, dengan fokus pada siddiq, yakni sifat benar dan jujur.
Dalam kajiannya, Muchamad Arifin menegaskan bahwa siddiq bukan sekadar berkata benar, tetapi menjadi sikap hidup yang menempatkan kebenaran sebagai sandaran dalam berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan. Bagi umat Rasulullah ﷺ, sifat tersebut semestinya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa ego dan hawa nafsu manusia kerap menjadi penghalang untuk menerima kebenaran. Karena itu, kepentingan diri, keinginan pribadi, maupun dorongan hawa nafsu tidak boleh mengalahkan kebenaran yang datang dari Allah dan tuntunan yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ.
“Ketika manusia menjauh dari kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah, ia mudah kehilangan arah. Bukan karena tidak memiliki jalan, tetapi karena memilih meninggalkan petunjuk yang seharusnya menjadi pedoman hidup,” pesan yang ditekankan dalam kajian tersebut.
Menurut Muchamad Arifin, kehidupan manusia akan mudah tersesat ketika ukuran kebenaran ditentukan oleh ego dan kepentingan pribadi. Sebaliknya, sifat siddiq mengajarkan manusia untuk berani berpihak kepada kebenaran, sekalipun terkadang kebenaran itu tidak sesuai dengan keinginan dirinya.
Lebih jauh, sifat siddiq harus melekat pada setiap hamba yang mengaku beriman dan mencintai Allah serta Rasul-Nya. Kejujuran kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada sesama menjadi fondasi penting untuk membangun kehidupan yang bermartabat.
Dari sifat siddiq pula, manusia diajak kembali memahami hakikat dirinya sebagai manusia yang memiliki akal, hati, dan nurani, bukan sekadar mengikuti dorongan hawa nafsu. Ketika kebenaran menjadi kompas kehidupan, manusia tidak mudah terbawa arus zaman, sekalipun berhadapan dengan berbagai godaan, kepentingan, dan perubahan sosial yang semakin kompleks.
Kajian KIS di Masjid Attaqwa Pogot ini pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang sejarah dan keteladanan Rasulullah ﷺ, tetapi menghadirkan pesan yang sangat relevan bagi kehidupan hari ini: di tengah dunia yang penuh informasi, kepentingan, dan godaan, manusia membutuhkan sifat siddiq agar tidak kehilangan arah dan tetap berjalan di atas kebenaran.
Karena mengikuti Rasulullah ﷺ bukan hanya dengan mengagumi beliau, tetapi dengan berusaha menghadirkan sifat-sifat beliau dalam kehidupan. Dan siddiq adalah salah satu jalan untuk kembali menjadi manusia yang benar di hadapan Allah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments