Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN-T 21 Umsida Gelar Skrining Anemia dan Risiko Diabetes di SDN Kendalsewu

Iklan Landscape Smamda
KKN-T 21 Umsida Gelar Skrining Anemia dan Risiko Diabetes di SDN Kendalsewu
pwmu.co -

Kelompok KKN-T 21 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melaksanakan program kerja bertajuk “Deteksi Dini Anemia dan Risiko Diabetes melalui Skrining Hemoglobin dan Glukosa Darah pada Anak Sekolah Dasar” di SDN Kendalsewu, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 26 siswa kelas VI dan didampingi tiga dosen UMSIDA, yakni Andika Aliviameita, SST., M.Si., Chylen Setiyo Rini, S.Si., M.Si., dan Jamilatur Rohmah, S.Si., M.Si.

Program ini tidak hanya berisi pemeriksaan kesehatan, tetapi juga edukasi agar siswa mulai memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak usia sekolah.

Skrining hemoglobin dan glukosa darah juga menjadi sarana mengenalkan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi tubuh.

Sebelum materi disampaikan, seluruh siswa terlebih dahulu mengerjakan pre-test. Soal tersebut digunakan untuk melihat pemahaman awal siswa mengenai anemia, diabetes, serta kebiasaan yang berhubungan dengan kesehatan.

Materi pertama tentang diabetes disampaikan oleh Chylen Setiyo Rini. Siswa dikenalkan pada pengertian diabetes, faktor risiko, serta pentingnya membiasakan pola makan dan aktivitas yang sehat.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Jamilatur Rohmah yang memberikan penjelasan berkaitan dengan anemia.

Agar siswa tidak kehilangan konsentrasi setelah mengikuti materi pertama, kegiatan diawali dengan ice breaking sebelum pembelajaran dilanjutkan.

Kepala SDN Kendalsewu, Nasitul Kuttah, S.Pd., M.M., turut hadir dan melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung. Ia melihat langsung proses penyampaian materi hingga pemeriksaan siswa.

“Kegiatan seperti ini penting karena anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari buku, tetapi juga pengalaman langsung mengenal kondisi kesehatannya. Kami berharap mereka semakin sadar bahwa menjaga kesehatan harus mulai dibiasakan sejak kecil,” ujar Nasitul.

Setelah sesi materi, Andika Aliviameita atau yang akrab disapa Bu Meta mulai melakukan pemeriksaan hemoglobin dan glukosa darah.

Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel darah pada ujung jari tangan kiri siswa.

SMPM 5 Pucang SBY

Meski pemeriksaannya sederhana, respons siswa cukup beragam. Sebagian terlihat antusias, tetapi ada pula yang merasa takut ketika mengetahui jarinya akan ditusuk.

Salah satunya Agnes. Ia mengaku sempat takut menjalani pemeriksaan karena membayangkan proses tersebut seperti disuntik.

“Awalnya aku takut karena kukira sakit seperti disuntik. Tapi ternyata cepat dan setelah selesai juga dikasih jajan, jadi sudah tidak takut lagi,” kata Agnes.

Suasana pemeriksaan dibuat santai dan menyenangkan oleh tim agar siswa tidak semakin tegang.

Bahkan, terdapat siswa yang sempat berusaha menjauh ketika giliran pemeriksaan tiba. Pendekatan komunikatif kemudian dilakukan untuk membuat mereka lebih tenang dan bersedia mengikuti pemeriksaan.

Setelah selesai diperiksa, siswa juga diberikan jajanan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Setelah dua materi dan pemeriksaan selesai, siswa kembali mengerjakan post-test dengan soal yang sama seperti pre-test.

Penggunaan soal yang sama dimaksudkan untuk melihat perubahan pemahaman siswa setelah memperoleh edukasi kesehatan.

Program kerja KKN-T 21 ini menggabungkan edukasi dengan pengalaman langsung. Anak tidak hanya diberi penjelasan mengenai anemia dan risiko diabetes, tetapi juga diajak memahami bahwa pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya mengenali kondisi tubuh.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, program ini juga menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa KKN-T 21, dosen UMSIDA, dan SDN Kendalsewu dalam menghadirkan kegiatan pengabdian yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 13/08/2026 13:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu