Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KOKAM dan MDMC Kabupaten Kediri Turut dalam Pencarian Santri MMQ Terseret di Pantai Pangi Blitar

Iklan Landscape Smamda
KOKAM dan MDMC Kabupaten Kediri Turut dalam Pencarian Santri MMQ Terseret di Pantai Pangi Blitar
KOKAM dan MDMC Kabupaten Kediri Turut dalam Pencarian Santri MMQ Terseret di Pantai Pangi Blitar. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kediri.

Sebanyak lima personel diterjunkan untuk membantu proses pencarian seorang santri Muhammadiyah Markaz Qurani (MMQ) yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Pangi, Kabupaten Blitar.

Kelima personel yang diberangkatkan dalam misi kemanusiaan tersebut adalah Obet Tjahyono, Habibi, Joko, Ahmad, dan Sriyanto. Tim dipimpin langsung oleh Obet Tjahyono yang juga merupakan personel aktif MDMC Kabupaten Kediri.

Keterlibatan KOKAM dan MDMC Kabupaten Kediri bermula dari peristiwa nahas yang terjadi pada 11 Juni 2026. Saat itu sejumlah santri MMQ, salah satu pondok pesantren Muhammadiyah di Kabupaten Kediri, sedang melaksanakan kegiatan outing class di Pantai Pangi, Blitar.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, para santri awalnya sedang menikmati suasana pantai dan duduk di area tepi pantai. Namun, secara tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret tiga santri ke tengah laut. Beruntung, dua santri berhasil diselamatkan oleh tim yang berada di lokasi. Sementara satu santri lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian banyak pihak, terlebih karena korban yang masih hilang diketahui merupakan putri dari salah satu pengasuh pondok pesantren MMQ.

Mendapatkan informasi tersebut, MDMC dan KOKAM Kabupaten Kediri segera melakukan asesmen serta berkoordinasi untuk bergabung dalam operasi pencarian.

Setibanya di lokasi, tim langsung berkolaborasi dengan berbagai unsur yang telah lebih dahulu melakukan pencarian, antara lain MDMC Kota Blitar, MDMC Kabupaten Blitar, Pasukan Search and Rescue (PSR), TNI AL, Polsek setempat, BPBD, Tim SAR, RAPI, ORARI, pihak pondok pesantren, serta pemerintah desa setempat.

SMPM 5 Pucang SBY

Pada hari kedua pencarian, seluruh personel gabungan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memperluas area pencarian, baik melalui penyisiran darat maupun pemantauan di sepanjang garis pantai. Koordinasi antarinstansi terus dilakukan guna meningkatkan efektivitas operasi pencarian.

Ketua tim dari MDMC Kabupaten Kediri, Obet Tjahyono, berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil terbaik.

“Semoga pencarian korban ini segera mendapatkan hasil yang terbaik. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu melakukan pengawasan dan berhati-hati ketika berwisata di pantai. Patuhi setiap peringatan dan arahan petugas pantai terkait kondisi cuaca maupun gelombang laut,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam misi kemanusiaan ini, pada hari ketiga pencarian direncanakan akan diberangkatkan kembali tujuh personel tambahan dari Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Kecamatan Badas untuk bergabung bersama Basarnas dan tim gabungan lainnya.

Keterlibatan KOKAM dan MDMC Kabupaten Kediri dalam operasi ini menunjukkan semangat kemanusiaan dan solidaritas yang menjadi bagian dari nilai-nilai Muhammadiyah.

Di tengah duka yang dirasakan keluarga korban, seluruh tim berharap proses pencarian dapat segera menemukan titik terang dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti kabar dari putrinya.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 13/06/2026 13:41
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu