Mahasiswa KKN MAs kelompok 94 melaksanakan kegiatan pendampingan pembelajaran di SMP Negeri 5 Karangploso pada Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan pembelajaran Matematika yang di bawakan oleh Salsa, Mahasiswa pendidikan Matematika dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar Matematika yang lebih mudah dipahami, interaktif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Hubungkan dengan Kehidupan Siswa
Dalam pembelajaran tersebut, salsa menyampaikan Matematika dengan menghubungkannya pada contoh yang dekat dengan kehidupan siswa.
Salah satu materi yang dijelaskan adalah pangkat, khususnya konsep perkalian berulang. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar siswa dapat memahami alasan penggunaaan pangkat dalam Matematika, bukan hanya menghafalkan rumus.
Salsa memberikan contoh perkalian berulang dengan angka 3. Ia menjelaskan bahwa menuliskan perkalian yang sama secara berulang akan membutuhkan waktu dan tempat yang panjang.
Oleh karena itu, konsep pangkat digunakan untuk membuat penulisan matematika menjadi lebih ringkas dan efisien.
“Kalau kita menulis perkalian 3 secara berulang, misalnya sampai 100 kali atau bahkan 1.000 kali, tentu akan sangat panjang dan melelahkan” terang Salsa.
“Nah, pangkat membantu kita menuliskannya dengan lebih singkat. Misalnya, perkalian 3 sebanyak 100 kali dapat ditulis menjadi 3¹⁰⁰” tambahnya.
“Jadi, matematika bukan hanya tentang menghitung, tetapi juga tentang menemukan cara yang lebih singkat, mudah, dan efisien untuk menyelesaikan suatu persoalan” jelas Salsa.
Melalui penjelasan tersebut, siswa diajak memahami bahwa matematika tidak hanya berkaitan dengan angka dan perhitungan, tetapi juga mengajarkan cara berfikir secara sistematis dan efisien.
Pendekatan menggunakan contoh sederhana tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep pangkat dengan lebih mudah serta melihat manfaatnya dalam proses penyelesaaian masalah.
Selain penyampaian materi, kegiatan pembelajaran juga dikelilingi dengan ice breaking, untuk menjaga suasana kelas tetap aktif dan tidak monoton.
Rigud dan navila, mahasiswa KKN Mas kelompok 94, turut membantu pelaksanaan ice breaking. Keduanya mengajak siswa mengikuti aktivitas ringan yang bertujuan membangun konsentrasi, mencairkan suasana, dan meningkatkan semangat siswa sebelum kembali mengikuti pembelajaran.
Dorong Pembelajaran Partisipatif
Kehadiran ice breaking membuat suasana pembelajaran menjadi lebih santai dan interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diberikan.
Dengan adanya kombinasi antara penyampaian materi dan kegiatan penyegar suasana, proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan menyenangkan.
Secara tidak langsung, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan konseptual.
Mahasiswa tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi, tetapi juga berusaha menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa untuk aktif bertanya, berfikir, dan berpartisipasi.
Bagi mahasiswa KKN Mas Kelompok 94, kegiatan belajar mengajar ini menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang dimiliki sekaligus berbagi pengalaman belajar kepada peserta didik.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan di lingkungan sekolah.
Melalui pendampingan pembelajaran Matematika di SMP N 5 Karangploso, mahasiswa KKN MAs Kelompok 94 berharap siswa semakin memahami konsep matematika dengan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan pandangan bahwa matematika bukan pelajaran yang hanya berisi perhitungan. Namun sekaligus merupakan ilmu yang membantu manusia menemukan cara berpikir dan bekerja secara lebih efektif.





0 Tanggapan
Empty Comments