Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunjungan ke Dapur SPPG Perkuat Keyakinan Orang Tua terhadap Program MBG

Iklan Landscape Smamda
Kunjungan ke Dapur SPPG Perkuat Keyakinan Orang Tua terhadap Program MBG
Asisten Lapangan SPPG Prambangan Agus Budiono memandu Pimpinan dan Ikwam SD Almadany berkeliling melihat berbagai fasilitas di dapur SPPG. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kunjungan lapangan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dana Berkah Ceria Prambangan semakin menguatkan keyakinan pihak sekolah dan orang tua murid terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada Kamis (11/6/2026), Kepala SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, bersama Wakil Kepala Sekolah dan perwakilan Ikatan Wali Murid (Ikwam) melakukan kunjungan langsung ke dapur SPPG yang menjadi pemasok makanan bergizi bagi siswa SD Almadany.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim SPPG Dana Berkah Ceria Prambangan ke SD Almadany pada 13 Mei 2026 lalu. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai proses penyediaan makanan bergizi yang setiap hari dikonsumsi siswa.

Dari pihak sekolah hadir Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Lilik Setyawati, S.Pd. Turut mendampingi tiga perwakilan Ikwam, yakni Ririn Eka, Yunita Eltanti, dan drh. Ratu Fizar.

Rombongan diterima langsung oleh Asisten Lapangan SPPG Dana Berkah Ceria Prambangan, Agus Budiono, bersama Alimah dari Divisi Umum.

Menjawab Kekhawatiran Orang Tua

Sekretaris Ikwam periode 2024–2027, Elsa Runisa, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan atas inisiatif bersama antara sekolah dan wali murid.

“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung proses penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari hulu hingga hilir yang setiap hari dikonsumsi anak-anak kami di sekolah,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Menurut Elsa, kunjungan ini bertujuan memastikan standar kebersihan dan higienitas dapur, kualitas bahan makanan, kecukupan porsi, variasi menu, serta kesesuaian kandungan gizi dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan pengelola dapur.

Meninjau Seluruh Proses Produksi

Selama kunjungan, rombongan diajak meninjau sejumlah area penting di lingkungan dapur SPPG.

Gudang Kering

Area gudang kering digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan pangan tahan lama yang tidak memerlukan suhu dingin dan tidak mudah rusak.

Gudang Basah

Gudang basah berfungsi menyimpan bahan makanan segar yang mudah rusak, seperti sayuran, buah-buahan, daging, dan ikan. Penyimpanan dilakukan pada suhu tertentu guna menjaga kualitas, kesegaran, dan kandungan nutrisinya.

Berdasarkan hasil pengamatan tim Ikwam, SPPG Prambangan memiliki:

  1. Dua unit chiller untuk sayur dan buah.
  2. Dua unit freezer untuk penyimpanan daging dan ikan beku.
  3. Satu unit chiller khusus untuk penyimpanan sampel makanan yang menjadi kewenangan ahli gizi.

Manajemen suhu juga diterapkan secara ketat, yaitu:

  1. Chiller untuk sayur, buah, dan susu dijaga pada suhu 1–4 derajat Celsius.
  2. Freezer untuk daging dan ikan beku berada pada suhu minimal minus 18 derajat Celsius.
  3. Suhu penyimpanan dicatat secara berkala oleh petugas pada lembar kontrol harian.

Gudang Peralatan Dapur

Gudang ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan seluruh peralatan memasak yang digunakan dalam operasional dapur MBG.

Area Pengolahan

Area pengolahan menjadi lokasi utama proses memasak dan pengolahan bahan mentah hingga menjadi makanan siap konsumsi.

SMPM 5 Pucang SBY

SPPG Prambangan diketahui memiliki tiga unit rice steamer berkapasitas besar yang memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi untuk mematangkan beras secara merata.

Selain itu, tersedia tiga bak pencucian terpisah untuk sayuran, buah-buahan, dan daging. Seluruh area dilengkapi sistem grease trap yang berfungsi menyaring lemak, minyak, dan sisa makanan agar tidak menyumbat saluran pembuangan.

Untuk proses memasak, dapur menggunakan sekitar 25 galon air kemasan per hari dan menerapkan penggunaan minyak goreng sekali pakai.

Area Pemorsian

Area pemorsian merupakan tahap akhir sebelum makanan didistribusikan. Di lokasi ini, setiap porsi makanan dipastikan sesuai standar gizi dan takaran yang telah ditetapkan.

Untuk menjaga kualitas makanan, suhu ruangan dapur dijaga agar tidak melebihi 27 derajat Celsius.

Area Pencucian Ompreng

Area ini digunakan untuk membersihkan dan mensterilkan wadah makanan (ompreng) secara higienis.

Fasilitas yang tersedia antara lain:

  1. Tiga bak pencucian yang dilengkapi grease trap.
  2. Satu bak pencucian dengan water heater untuk membantu melarutkan lemak dan membunuh bakteri secara optimal.
  3. Mesin sterilisasi untuk memastikan kebersihan peralatan makan.

Area Luar dan Pengelolaan Limbah

Pada area luar dapur terdapat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), saluran pembuangan blower dapur, serta sistem pemilahan sampah berdasarkan kategori.

SPPG juga dilengkapi genset sebagai sumber listrik cadangan untuk memastikan operasional dapur tetap berjalan saat terjadi pemadaman listrik.

Hasil Kunjungan Dinilai Sangat Bermanfaat

Elsa Runisa menilai kunjungan lapangan tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan Program MBG sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran orang tua.

“Berdasarkan pengamatan langsung, kami melihat komitmen yang sangat baik dalam hal kebersihan, pemenuhan gizi, dan proses penyajian makanan untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya memberikan transparansi mengenai implementasi program di lapangan, tetapi juga memperkuat kepercayaan orang tua terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Ia berharap sinergi dan komunikasi yang baik antara pihak sekolah, pengelola dapur MBG, dan Ikatan Wali Murid dapat terus terjalin demi mendukung tumbuh kembang serta kesehatan generasi penerus bangsa. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 13/06/2026 20:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu