Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Haedar Nashir Buka Rakernas LSB PP Muhammadiyah, Tegaskan Seni sebagai Strategi Dakwah Kultural

Iklan Landscape Smamda
Haedar Nashir Buka Rakernas LSB PP Muhammadiyah, Tegaskan Seni sebagai Strategi Dakwah Kultural
Haedar Nashir saat menghadiri pembukaan Rakernas LSB PP Muhammadiyah. (Fathurrahim Syuhadi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat–Ahad (10–12 Juli 2026).

Rakernas mengusung tema “Membumikan Dakwah Berkemajuan: Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusif.”

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran seni dan budaya sebagai bagian dari strategi dakwah kultural Muhammadiyah. Rakernas diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai Sumatera hingga Papua.

Ketua Pelaksana Rakernas LSB PP Muhammadiyah, Edy Sukardi, dalam laporannya menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka datang dari berbagai provinsi untuk merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan seni dan budaya Muhammadiyah.

“Peserta berasal dari berbagai daerah. Dari Papua, Sumatera, Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, juga datang,” ujarnya.

Selain agenda persidangan, Rakernas juga dikemas dalam nuansa seni dan budaya. Berbagai pertunjukan budaya ditampilkan, termasuk Orasi Kebudayaan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta pementasan Lenong Betawi berjudul Lela Oh Lela yang turut diperankan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Rakernas secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam sambutannya, ia berharap Rakernas mampu melahirkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran seni dan budaya dalam dakwah Muhammadiyah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Bahkan juga melakukan aktualisasi program seni budaya sebagai strategi dakwah kultural Muhammadiyah,” ujarnya.

Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah telah memiliki pijakan yang jelas dalam memandang seni dan budaya. Melalui pandangan Majelis Tarjih dan Tajdid, seni dan budaya merupakan aktivitas yang dibolehkan, bahkan menjadi kebutuhan dalam mendukung dakwah Islam.

“Bahkan menjadi keniscayaan untuk kepentingan dakwah,” katanya.

Menurutnya, selama seni dan budaya tidak menjauhkan umat dari nilai-nilai ketauhidan, ruang kreativitas tetap terbuka sebagai media dakwah yang efektif dan mencerahkan.

“Asasnya dan prinsipnya tidak menjauhkan kita dari Allah Swt,” tegas Haedar. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 11/07/2026 17:33
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu