Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi pers sebagai salah satu pilar penting demokrasi. Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Ma’mun Murod Al Barbasy menilai demokrasi tidak akan berjalan sehat tanpa keberadaan pers yang baik, independen, dan bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Ma’mun dalam peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta di (UMJ), Kamis (13/8/2026).
Menurut Ma’mun, pers memiliki posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi. Karena itu, pers tidak hanya dituntut menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.
“Tanpa media pers yang baik dan sehat, mustahil demokrasi akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan pers perlu terus memperkuat posisi dan kualitasnya sebagai pilar keempat demokrasi. Peran tersebut penting untuk memastikan tiga pilar kekuasaan lainnya—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—tetap berada dalam koridor konstitusi dan kepentingan publik.
“Pers harus mengukuhkan diri sebagai pilar keempat untuk mengawal tiga pilar lainnya, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” kata Ma’mun.
Menurut dia, ketiga cabang kekuasaan tersebut perlu senantiasa mendapatkan kontrol publik melalui pers yang kritis dan profesional. Dengan demikian, jalannya pemerintahan dapat tetap berada pada jalur yang semestinya.
“Sehingga bangsa ini tetap on the track,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ma’mun juga mengapresiasi keberadaan Lembaga Uji Kompetensi di UMJ yang diketuai Prof. Muchlas MT.
Dia menilai lembaga tersebut memiliki standar dan persyaratan yang ketat dalam menjalankan fungsi pengujian kompetensi wartawan.
Ma’mun menyebut keberadaan lembaga tersebut tidak terlepas dari dukungan UMJ yang memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi dengan sejarah panjang. Fakultas tersebut telah berusia sekitar 30 tahun.
Menurutnya, keberadaan institusi pendidikan komunikasi yang telah matang menjadi salah satu modal penting bagi UMJ dalam mendukung penguatan profesionalisme insan pers.
Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah karena itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pers Muhammadiyah memiliki tanggung jawab strategis untuk memperkuat literasi publik, menjaga kualitas demokrasi, sekaligus memastikan kekuasaan tetap dapat dikontrol secara kritis dan konstruktif. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments