Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof. Biyanto: Guru Inspiratif Lahir dari Keteladanan, Bukan Sekadar Mengajar di Kelas

Iklan Landscape Smamda
Prof. Biyanto: Guru Inspiratif Lahir dari Keteladanan, Bukan Sekadar Mengajar di Kelas
ProfBiyanto menjadi narasumber sarasehan di PCM Brondong Lamongan, Sabtu (11/72026). Foto Mafazah Helna/PWMU.CO
pwmu.co -

Di tengah derasnya arus digital yang membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai, guru dituntut tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi sosok teladan yang menginspirasi. Pesan itulah yang disampaikan Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag, saat menjadi narasumber utama dalam Sarasehan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong, Sabtu (11/7/2026).

Sarasehan bertema “Menjadi Guru Inspiratif, Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Keteladanan” itu digela di Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 guru dan tenaga kependidikan dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Brondong.

Selain para pendidik, hadir pula unsur Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), Mudir Ma’had, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), hingga Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Dalam paparannya, Prof. Biyanto menegaskan, tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan sekadar perkembangan teknologi, melainkan bagaimana guru tetap mampu menghadirkan pendidikan yang menyentuh hati peserta didik.

Menurutnya, kehidupan digital membuat anak-anak sangat dekat dengan gawai sehingga pendekatan pendidikan tidak bisa lagi hanya mengandalkan ceramah di kelas.

“No gadget no problem nampaknya sangat sulit diwujudkan saat ini, karena semua orang, termasuk anak-anak, sudah sangat tergantung dengan gadget,” ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim itu.

Karena itu, ia mengajak para guru untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan peserta didik melalui pendekatan yang penuh kasih sayang.

“Rangkul anak didik dengan hati seperti kita merangkul dan memperlakukan anak kita sendiri. Didik mereka dengan keteladanan, berikan contoh perilaku yang baik, bukan sekadar mendidik dengan metode ceramah yang monoton,” pesannya.

Prof. Biyanto menilai, guru inspiratif bukan hanya mereka yang berhasil menyampaikan materi pelajaran, tetapi sosok yang meninggalkan jejak kebaikan dalam kehidupan murid-muridnya.

Guru yang baik, katanya, akan dikenang karena karakter, kepedulian, dan integritasnya, sehingga menjadi teladan bagi peserta didik sepanjang hayat.

“Menjadi guru inspiratif berarti menjadi guru yang selalu dikenang anak didik, menjadi role model, dan tidak mudah berkeluh kesah. Memang tidak mudah, tetapi bukan sesuatu yang mustahil selama pendidik terus belajar, berusaha, dan berkembang,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah memiliki kekuatan besar dalam membangun peradaban melalui pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

“Muhammadiyah itu luwes pendidikan, luwes kesehatan, dan luwes kesejahteraan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua PCM Brondong, Drs. Mat Iskan, mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk menunjukkan loyalitas melalui keterlibatan aktif dalam setiap agenda persyarikatan.

“Wujud partisipasi nyata kepada Muhammadiyah adalah loyal dan selalu siap hadir pada setiap undangan PCM. Slogan kita tumbuh, berkembang, dan maju. Maka jangan hanya menjadi komentator, melainkan jadilah pemain-pemain persyarikatan yang andal,” tegasnya.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Brondong, Abdul Mustajab, M.Pd., menambahkan bahwa guru memegang peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik.

“Seorang guru tidak hanya menyampaikan ilmu. Semua yang dilakukan guru akan menjadi perhatian anak didik. Semoga sarasehan ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh pendidik,” ujarnya.

Sementara itu, Mujakfar mengingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang saat ini sedang dididik di bangku sekolah.

“Generasi saat ini adalah penerus estafet masa depan. Maka mari terus bersungguh-sungguh mendidik dan menjadi teladan bagi mereka,” katanya.

Melalui sarasehan tersebut, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Brondong berharap para guru Muhammadiyah semakin memperkuat kompetensi, karakter, dan keteladanan sehingga mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan zaman. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 11/07/2026 16:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu