SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya bagi peserta didik melalui kunjungan tiga mahasiswa asal Turki pada Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang diikuti siswa kelas X dan XI Program Internasional tersebut menjadi ajang berbagi wawasan mengenai sejarah, budaya, pendidikan, hingga peluang studi di Turki.
Tiga mahasiswa yang hadir yakni Tarık Ziyad Kanadıkırık dari Faculty of Economics and Administrative Sciences – Department of Economics, Marmara University, Ahmet Salih Yıldız dari Medical Faculty, Sivas Cumhuriyet University, serta Yusuf Kerem Taştan dari Department of Political Science and Public Administration, Sakarya University.
Kehadiran mereka disambut antusias para siswa yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung mengenai kehidupan di Turki.
Dalam sesi utama, Tarık Ziyad Kanadıkırık memaparkan sejarah berdirinya negara Turki, termasuk proses masuknya Islam ke wilayah tersebut.
Materi tersebut memberikan perspektif baru bagi siswa mengenai perkembangan sejarah Turki sekaligus memperkaya pemahaman mereka terhadap peradaban Islam.
Selain sejarah, para mahasiswa juga memperkenalkan berbagai kekayaan budaya Turki, mulai dari kuliner khas, alat musik tradisional, hingga kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu budaya yang menarik perhatian peserta adalah tradisi minum teh yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Turki.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari kehidupan mahasiswa di Turki hingga kesempatan memperoleh beasiswa.
Salah satu siswa kelas X.2, Muhammad Asyraf Rasyid Qutbh Athallah, bertanya mengenai kehidupan mahasiswa serta peluang studi bagi pelajar Indonesia.
“Bagaimana kehidupan sehari-hari mahasiswa di Turki, dan apa saja beasiswa yang tersedia bagi pelajar Indonesia?” ungkapnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Tarık Ziyad menjelaskan bahwa pemerintah Turki membuka berbagai program beasiswa bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.
“Pemerintah Turki menyediakan berbagai peluang beasiswa untuk pelajar internasional, termasuk mahasiswa dari Indonesia, dengan syarat dan prosedur pendaftaran yang perlu dipenuhi.”
Dalam sesi diskusi, siswa juga menggali informasi mengenai revolusi Turki, peran negara tersebut dalam Perang Dunia, hingga perkembangan pendidikan tinggi di Turki.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik karena memberikan kesempatan untuk belajar langsung dari mahasiswa internasional sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya.
Melalui program seperti ini, Smamda Surabaya terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki wawasan global, terbuka terhadap keberagaman budaya, serta siap bersaing di tingkat internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments