Sebanyak 114 siswa kelas IX MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang mengikuti Lentera Graduation Ceremony (LEGACY) 2026 yang diselenggarakan di Aula GKB 4 Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para siswa di jenjang madrasah tsanawiyah sekaligus awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Acara yang berada di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lowokwaru Kota Malang itu dihadiri oleh peserta didik, orang tua atau wali murid, guru, pimpinan Muhammadiyah, serta sejumlah tamu undangan. Selain prosesi kelulusan, kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan siswa, guru, dan narasumber dari unsur pemerintah daerah.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan registrasi peserta dan gladi bersih. Sebelum acara utama berlangsung, peserta dan tamu undangan disuguhi penampilan musik serta atraksi Tapak Suci yang dibawakan oleh siswa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi masuk pimpinan, guru, dan para lulusan ke ruang acara.
Acara pembukaan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, Sang Surya.
Ketua Panitia, M. Gigih Wijaya, M.Pd., menjelaskan bahwa LEGACY merupakan sarana untuk memberikan penghargaan atas proses pendidikan yang telah dijalani para siswa selama menempuh pendidikan di MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang.
Dalam laporannya, Gigih menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari PCM Lowokwaru, guru, komite sekolah, hingga orang tua siswa.
Ketua PCM Lowokwaru, Mulyani, S.P., bersama unsur Majelis Dikdasmen turut memberikan sambutan kepada para lulusan. Dalam sambutannya, mereka mengajak siswa untuk terus menjaga semangat belajar dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Stadium General yang menghadirkan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
“Pendidikan tidak cukup sampai di sini. Ini adalah gerbang awal untuk melanjutkan perjalanan yang lebih panjang. Melalui pendidikanlah karakter bangsa, akhlakul karimah, dan penguatan akidah generasi Islam dapat dibentuk,” tegas Ali Muthohirin.
Ia juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi masyarakat, terutama di wilayah Lowokwaru yang dikenal sebagai salah satu kawasan pendidikan di Kota Malang.
“Kita membayangkan kalau tidak ada pendidikan bagaimana kemudian karakter bangsa ini. Tentu Muhammadiyah khususnya PCM Lowokwaru punya kontribusi besar dan secara geografis Lowokwaru di Kota Malang ini kan dikelilingi perguruan tinggi yang sangat besar, sangat banyak. Jangan sampai ada masyarakat, anak-anak kita di Lowokwaru ini tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Di tengah-tengah kita yang diidentifikasi sebagai kota pendidikan apalagi Lowokwaru yang banyak perguruan tingginya,” tambahnya.
Pada sesi kesan dan pesan, perwakilan lulusan, Dhurrah El Mustaqbalah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua, guru, dan seluruh pihak yang telah mendampingi proses pendidikan mereka selama belajar di MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang.
Puncak acara berlangsung pada prosesi pengukuhan kelulusan dan pembacaan ikrar lulusan. Seluruh siswa dikukuhkan sebagai lulusan LEGACY 2026 dan mengikuti pembacaan ikrar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kelulusan.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penghormatan kepada salah satu siswa, Raihan Nafi, yang telah wafat. Pembacaan puisi, doa bersama, serta ungkapan belasungkawa dari keluarga besar MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan siswa yang membawakan beberapa lagu, termasuk Hymne Guru dan lagu perpisahan. Penampilan tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian LEGACY 2026 yang diikuti para lulusan, guru, dan orang tua.
Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang dan PCM Lowokwaru menandai kelulusan 114 siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 serta melepas mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments