Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lempar Jumrah Hari Kedua, Belajar Sabar di Tengah Lautan Manusia Mina

Iklan Landscape Smamda
Lempar Jumrah Hari Kedua, Belajar Sabar di Tengah Lautan Manusia Mina
Lempar Jumrah Hari Kedua, Belajar Sabar di Tengah Lautan Manusia Mina
pwmu.co -

Pelaksanaan lempar jumrah hari kedua pada 11 Dzulhijjah 1447 H menjadi pengalaman berharga bagi jamaah KBIHU Jabal Nur Muhammadiyah Sidoarjo. Selain menjalankan salah satu rangkaian penting ibadah haji, prosesi tersebut juga menjadi pelajaran tentang kesabaran, kedisiplinan, dan toleransi di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara yang memadati kawasan Jamarat.

Semula, pelaksanaan lempar jumrah dijadwalkan setelah salat Zuhur. Namun, karena cuaca Mina yang sangat panas, pihak syarikah memutuskan jadwal keberangkatan diubah menjadi setelah salat Subuh.

Menjelang pelaksanaan, perubahan kembali dilakukan. Setiap kelompok yang berjumlah sekitar 200 jamaah harus dibagi menjadi dua rombongan guna mengurangi kepadatan jalur menuju Jamarat.

Rombongan 1, 2, dan 3 dijadwalkan berangkat pukul 05.30 waktu Arab Saudi, sedangkan rombongan 4 dan 5 menyusul pukul 06.30.

Sejak dini hari, seluruh jamaah rombongan pertama telah bersiap di depan gerbang markaz. Namun seperti lazimnya pelaksanaan ibadah haji yang melibatkan jutaan jamaah, jadwal keberangkatan masih menunggu instruksi petugas lapangan.

Alhamdulillah, setelah menunggu dengan sabar, izin keberangkatan akhirnya diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Keluar dari markaz, jamaah berjalan menuju Jalan King Faisal, melintasi flyover, kemudian berputar menuju jalur terowongan Mina yang mengarah ke Jamarat.

Berbeda dengan hari pertama yang masih diiringi lantunan talbiyah, suasana perjalanan menuju lokasi lempar jumrah pada hari kedua dipenuhi gema takbir dari berbagai penjuru.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd,” berkumandang bersahut-sahutan dari jutaan jamaah yang berjalan bersama.

Pemandangan tersebut menghadirkan suasana spiritual yang menggetarkan hati. Jamaah dari berbagai bangsa, bahasa, dan budaya berjalan menuju tujuan yang sama dengan mengagungkan kebesaran Allah SWT.

Jika pada hari pertama sebagian besar jamaah masih mengenakan pakaian ihram, maka pada hari kedua mayoritas telah mengenakan pakaian biasa setelah bertahallul. Beragam busana tampak menghiasi lautan manusia, mulai dari baju koko, batik, sarung, hingga pakaian khas dari berbagai negara.

Untuk mengantisipasi cuaca panas, sebagian jamaah menerapkan berbagai cara sederhana. Salah satunya dengan membasahi kain kanebo, kemudian menempelkannya di kepala sebelum ditutup menggunakan topi untuk membantu menjaga suhu tubuh selama perjalanan.

Pengalaman pada hari pertama membuat perjalanan menuju Jamarat terasa lebih ringan dan terarah.

Begitu melewati terowongan kedua, bangunan Jamarat mulai terlihat. Meski demikian, kepadatan jamaah masih sangat tinggi karena banyak kelompok memilih waktu pagi untuk melaksanakan lempar jumrah.

Sesampainya di kawasan Jamarat, rombongan KBIHU Jabal Nur kembali menerapkan strategi yang sama seperti hari sebelumnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Alih-alih langsung masuk ke titik yang paling padat, jamaah menyisir bagian belakang kerumunan terlebih dahulu sebelum bergerak menuju sisi ujung kiri yang relatif lebih longgar.

Strategi tersebut memungkinkan jamaah mendekati dinding jumrah dengan lebih aman dan nyaman.

Prosesi dimulai dari Jumrah Ula. Tujuh butir kerikil dilemparkan satu per satu sambil mengucapkan:

“Bismillahi Allahu Akbar.”

Setelah selesai, jamaah menepi dan berdoa menghadap kiblat.

Langkah yang sama dilakukan saat melaksanakan lontaran di Jumrah Wustha. Jamaah kembali bergerak melalui jalur yang lebih longgar sebelum melempar tujuh kerikil dan memanjatkan doa.

Rangkaian kemudian ditutup dengan lontaran di Jumrah Aqabah yang sehari sebelumnya telah dilempar pada 10 Dzulhijjah. Meski kondisi tetap padat, pelaksanaan berlangsung lancar dan khusyuk.

Setelah seluruh rangkaian lempar jumrah selesai, rombongan kembali menuju Mina melalui jalur Mina Utara.

Di salah satu titik perjalanan, jamaah menyempatkan diri berfoto bersama sebagai dokumentasi perjalanan spiritual yang penuh makna.

Alhamdulillah, pelaksanaan lempar jumrah hari kedua berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

Sebelum pukul 08.00 waktu Arab Saudi, seluruh jamaah KBIHU Jabal Nur Muhammadiyah Sidoarjo telah kembali ke tenda untuk beristirahat, mandi, dan mempersiapkan diri menjalani rangkaian ibadah berikutnya.

Di tengah lautan manusia yang tak terhitung jumlahnya, pelaksanaan lempar jumrah hari kedua memberikan pelajaran penting bahwa kesabaran, ketertiban, disiplin, dan saling menghormati menjadi kunci agar jutaan orang dapat beribadah bersama dengan aman dan nyaman.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu