SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik menggelar kegiatan pembukaan Perkemahan Akhir Pekan (Kemahiran) di halaman sekolah pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 205 siswa mulai kelas IV-VI , mereka tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak pagi.
Program kemahiran ini menjadi salah satu agenda pembinaan karakter yang bertujuan membentuk peserta didik agar memiliki jiwa disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam berbagai situasi. Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala SD Muwri, Miftakhul Muzdzalifah.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Ia juga mengingatkan pentingnya menaati arahan para pembina selama kegiatan berlangsung agar seluruh agenda dapat berjalan dengan aman, tertib, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh peserta.
“Ikutilah semua kegiatan dengan sungguh-sungguh.
Dengarkan arahan para pembina dan jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berlatih, serta mengembangkan karakter yang baik,” pesannya di hadapan ratusan peserta kemahiran.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan barisan peserta yang mengenakan seragam Hizbul Wathan lengkap.
Semangat dan keceriaan tampak menghiasi wajah para siswa yang siap mengikuti berbagai materi dan aktivitas yang telah dipersiapkan panitia, Miftah menutup acara pembukaan dengan mengajak semua peserta untuk melakukan Gerakan tepuk HW.
Materi Kemahiran
Setelah upacara pembukaan, peserta langsung mengikuti berbagai materi kemahiran yang telah disusun secara sistematis. Materi tersebut meliputi sandi morse, semaphore, serta tali-temali.
Melalui pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya dikenalkan pada keterampilan dasar dalam kepramukaan, tetapi juga dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, ketelitian, konsentrasi, dan kerja sama dalam tim.
Dalam praktik sandi morse dan semaphore, peserta diajak memahami berbagai bentuk kode komunikasi yang menjadi bagian penting dalam kegiatan kepramukaan.
Sementara itu, pada materi tali-temali, siswa belajar membuat berbagai jenis simpul dan ikatan yang memiliki manfaat dalam berbagai aktivitas di alam terbuka. Para pembina memberikan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat mempraktikkan setiap materi dengan baik.
Selain materi keterampilan, kegiatan kemahiran juga menghadirkan suasana yang menyenangkan melalui pentas seni. Setiap regu akan menampilkan kreativitas dan bakat terbaik mereka di hadapan seluruh peserta dan pembina. Berbagai penampilan, mulai dari drama, tari, menyanyi, hingga pertunjukan yel-yel kreatif, dipersiapkan untuk memeriahkan malam kebersamaan.
Pentas seni dan penyalaan Api unggun menjadi salah satu momen yang paling dinantikan peserta karena memberikan kesempatan bagi setiap regu untuk menunjukkan kekompakan, kreativitas, dan rasa percaya diri. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin berani tampil di depan umum, mampu menghargai karya teman-temannya, serta mempererat rasa persaudaraan antarpeserta.
Memasuki malam hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan renungan malam. Suasana yang tenang akan dimanfaatkan sebagai sarana refleksi diri agar peserta mampu mengevaluasi sikap dan perilaku selama ini.
Dalam kegiatan tersebut, para pembina akan mengajak siswa menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT, meningkatkan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta menanamkan kepedulian terhadap sesama. Renungan malam juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta.
Melalui suasana yang penuh kekhidmatan, siswa diajak memahami makna kebersamaan, pentingnya saling membantu, serta menjaga persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Usai renungan malam, kegiatan akan dilanjutkan dengan qiyamul lail sebagai bentuk pembiasaan ibadah bagi para siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak membangun kedekatan spiritual dengan Allah SWT sekaligus membiasakan diri melaksanakan ibadah malam secara berjamaah. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter religius, disiplin, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh rangkaian Kemahiran SD Muwri dirancang tidak hanya sebagai ajang pembelajaran keterampilan kepanduan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter yang seimbang antara kecakapan, kreativitas, kepemimpinan, kebersamaan, dan spiritualitas.
Dengan mengikuti seluruh kegiatan tersebut, para siswa diharapkan memperoleh pengalaman berharga yang dapat diterapkan baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments