Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lima T Pembentuk Karakter, Pesan Pengajian Ahad Pagi PDM Trenggalek

Iklan Landscape Smamda
Lima T Pembentuk Karakter, Pesan Pengajian Ahad Pagi PDM Trenggalek
Sholihin Fanani saat menyampaikan kajiannya. (Istimewa/PWMU.CO)

Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Trenggalek berlangsung semarak di Lapangan Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, Ahad (3/4/2026). Antusiasme jamaah begitu tinggi hingga sebagian peserta tidak mendapatkan tempat duduk.

Kegiatan diawali dengan pengajian iftitah, dilanjutkan pembukaan dan sambutan Ketua PDM Trenggalek, Wicaksono. Dalam sambutannya, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk terus menjaga kerukunan dan tidak memperkeruh suasana dengan konflik internal.

“Di antara ciri keimanan adalah menyampaikan hal-hal yang baik. Jika tidak mampu, maka lebih baik diam,” ujarnya, mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan persatuan.

Sambutan berikutnya disampaikan Sekretaris Kecamatan Trenggalek, Iwan Sigit Badawi. Ia berharap kegiatan pengajian ini menjadi penyejuk bagi masyarakat sekaligus memperkuat harmoni sosial.

Ia menyampaikan beberapa pesan penting kepada warga, di antaranya memperkuat ukhuwah dengan mengedepankan tabayun dalam menyikapi perbedaan, menjaga sopan santun dan tepo seliro, serta membangun sinergi dalam program pembangunan daerah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membentengi generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Sholihin Fanani, MPSDM, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya membentuk karakter seorang mukmin melalui lima prinsip utama yang ia sebut sebagai “Lima T”.

Pertama, Taqarrub ilallah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan ibadah yang konsisten.

Kedua, Taubatan nasuha, yakni kesungguhan untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Ia mengingatkan bahwa manusia adalah tempat salah dan dosa, sehingga perlu terus memperbanyak istighfar serta lebih fokus melihat kekurangan diri daripada kesalahan orang lain.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketiga, Taqwallah, yaitu sikap taat dan takut kepada Allah. Menurutnya, rasa takut kepada Allah akan menjadi benteng dari perbuatan maksiat, sekaligus mendorong seseorang meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Keempat, Ta’awun, yakni semangat tolong-menolong dalam kebaikan. “Siapa yang membantu saudaranya, maka Allah akan membantunya,” tegasnya.

Kelima, Ta’aruf, yaitu membangun silaturahmi dan persaudaraan. Ia mengutip pesan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku agar saling mengenal, serta menegaskan bahwa silaturahmi menjadi salah satu kunci keberkahan rezeki.

Diharapkan, melalui penguatan lima karakter tersebut, warga Muhammadiyah mampu menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sosial.

Acara ditutup dengan doa, dengan harapan nilai-nilai yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 03/05/2026 22:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu