Semangat kemerdekaan kembali menggema di SMKS Muhammadiyah 4 (Smufour) Glenmore, Banyuwangi. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI, sekolah menggelar lomba tradisional pancing kerupuk di halaman sekolah, Jumat (28/8/2026).
Berbeda dari tahun sebelumnya, panitia membuat alat pancing kerupuk secara manual dari kayu. Kerupuk digantung di ujung pancing kayu sepanjang 1 meter. Siswa kemudian harus berusaha menggigit kerupuk tanpa bantuan tangan.
Keunikan alat tersebut justru menambah keseruan dan tawa para peserta maupun penonton yang memadati halaman sekolah.
Panitia sengaja memilih lomba pancing kerupuk karena dinilai mewakili nilai perjuangan. Selain menghibur, lomba ini juga melatih kesabaran, konsentrasi, dan sportivitas siswa.
Kepala SMKS Muhammadiyah 4 Glenmore, Moch. Zaqi S.Pd, dalam sambutannya saat membuka acara, menegaskan pentingnya meneladani semangat para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
“Lomba ini terlihat main-main, tapi maknanya dalam. Dari pancing kerupuk kita belajar bahwa kemerdekaan itu butuh usaha. Mari kita isi kemerdekaan dengan bekerja keras dan jujur agar Indonesia benar-benar berdaulat, adil, dan makmur”. ujarnya di hadapan siswa dan guru.
Kemeriahan lomba tidak hanya dirasakan oleh peserta. Ratusan siswa yang menjadi penonton juga ikut berpartisipasi dengan memberikan yel-yel dan dukungan untuk teman satu jurusannya.
Sorak sorai, tawa, dan tepuk tangan mewarnai halaman sekolah sepanjang acara berlangsung. Beberapa guru bahkan ikut turun tangan menjadi juri dan pendamping sehingga menciptakan suasana yang hangat dan kekeluargaan.
Hal ini menunjukkan bahwa peringatan 17 Agustus dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara warga sekolah.
Selain nilai hiburan, lomba pancing kerupuk juga mengandung pesan edukatif. Melalui permainan sederhana ini, siswa diajak memahami bahwa setiap perjuangan membutuhkan proses dan kesabaran.
Sama seperti memancing kerupuk yang tidak bisa langsung digigit, meraih cita-cita dan kemerdekaan sejati juga memerlukan usaha secara bertahap.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diimplementasikan siswa dalam belajar, berorganisasi, hingga terjun ke dunia kerja setelah lulus dari Smufour.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, ABD. Halim S.Pd, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilestarikan setiap tahun.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya hafal sejarah, tapi juga merasakan semangat kemerdekaan melalui aksi nyata. Lomba tradisional adalah cara paling efektif untuk menanamkan cinta tanah air sejak dini,” jelasnya.
Dengan adanya dukungan dari seluruh guru dan siswa, diharapkan tradisi positif ini dapat menjadi ciri khas Smufour dalam setiap peringatan HUT RI.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat nasionalisme dan gotong royong siswa SMKS Muhammadiyah 4 Glenmore semakin tumbuh.
Kemerdekaan bukan hanya dirayakan melalui upacara, tetapi juga diisi dengan kegiatan positif yang mempererat kebersamaan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.





0 Tanggapan
Empty Comments