Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Madrasah Ibu: Gagasan Inspiratif Nasyiah di Pulau Kangean

Iklan Landscape Smamda
Madrasah Ibu: Gagasan Inspiratif Nasyiah di Pulau Kangean

Mengubah Kebiasaan Ghibah Menjadi Semangat Ibadah

Para peserta, yang mayoritas adalah lansia, tak hanya berhenti pada sekadar hadir. Mereka berlomba-lomba untuk mahir membaca Iqro dan melanjutkan ke al Quran.

“Dulu kami hanya berkumpul tanpa tujuan, tapi sekarang kami saling mendukung untuk belajar. Rasanya ada kebanggaan tersendiri saat berhasil membaca dengan lancar di depan teman-teman,” ujar salah satu peserta, Ibu Sinduk, yang kini menjadi panutan di kelompoknya.

Di Desa Sawah Sumur, Pulau Kangean, sebuah perubahan besar terjadi di tengah komunitas lansia. Kebiasaan ghibah yang dulunya sering menjadi bagian dari keseharian mereka kini beralih menjadi semangat ibadah yang menginspirasi. Perubahan ini dimulai dari Madrasah Ibu, sebuah program pemberdayaan yang digagas oleh Atun Istiana, seorang tokoh perempuan yang penuh dedikasi.

Madrasah Ibu dirancang sebagai ruang belajar dan refleksi bagi para lansia, khususnya perempuan, untuk meningkatkan pemahaman agama dan memperbaiki akhlak. Dengan pendekatan yang lembut dan penuh kasih, Istiana membimbing para lansia untuk memahami dampak buruk ghibah dan pentingnya menjaga lisan. Setiap pekan, mereka berkumpul di balai desa, mengikuti pengajian, berdiskusi tentang tafsir al Quran, dan berbagi pengalaman hidup.

Madrasah ini juga mendorong mereka untuk memperbanyak amal ibadah seperti dzikir, shalat sunnah, dan membantu sesama. Hasilnya, suasana desa kini lebih harmonis. Lansia yang dulu sibuk membicarakan orang lain kini berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Allah. Madrasah Ibu telah menjadi simbol transformasi sosial, menjadikan lansia Desa Sawah Sumur sebagai teladan bahwa perubahan positif selalu mungkin, berapa pun usia kita.

SMPM 5 Pucang SBY

Multifungsi: Dari TK Hingga Madrasah Diniyah

Tempat sederhana yang menjadi pusat kegiatan Madrasah Ibu memiliki fungsi yang luar biasa. Selain digunakan untuk belajar mengaji bagi lansia, tempat ini juga menjadi lokasi utama kegiatan pendidikan lainnya. Di pagi hari, ruangan ini berubah menjadi Taman Kanak-Kanak (TK) yang juga dikelola oleh Atun Istiana. Setelah itu, tempat ini digunakan untuk les anak-anak desa, dan di sore hari beralih menjadi Madrasah Diniyah.

Istiana sendiri adalah penggerak utama dari semua kegiatan ini. Dari pagi hingga malam, ia mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak hingga lansia.

“Saya merasa tempat ini adalah rumah kedua saya. Di sini, saya melihat harapan dan semangat masyarakat yang ingin maju meski di tengah keterbatasan,” ujar Istiana dengan senyum hangat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡