Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023, Nabila Kirana A’isyah Putri, memberikan layanan dukungan kesehatan mental bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Johor Bahru, Malaysia, melalui program magang internasional.
Selama menjalani program yang berlangsung pada April 2026 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Nabila mengaplikasikan ilmu psikologi untuk mendampingi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan anak-anak WNI dalam menghadapi berbagai tantangan psikologis selama berada di negara penempatan.
Sebagai mahasiswa program sarjana, aktivitas yang dijalankan difokuskan pada upaya preventif dan promotif sesuai dengan kode etik profesi psikologi. Di shelter KJRI Johor Bahru, ia melakukan asesmen awal serta memberikan psikoedukasi kepada para PMI.
Pendampingan tersebut bertujuan membantu para pekerja migran mengenali, mengelola, dan mengurangi tekanan psikologis akibat tantangan yang dihadapi selama bekerja di luar negeri.
Dalam pelaksanaannya, Nabila bersama tim juga menerapkan expressive writing therapy sebagai salah satu metode intervensi psikologis untuk memberikan dukungan emosional kepada para pekerja migran.
“Kami berkesempatan mendengarkan cerita para pekerja migran di shelter. Melalui metode expressive writing therapy, kami berupaya memberikan dukungan emosional dan intervensi preventif untuk meningkatkan resiliensi mereka agar tetap tangguh saat kembali bekerja,” ujarnya.
Selain mendampingi PMI, Nabila juga memberikan edukasi kepada anak-anak WNI di Sekolah Indonesia Johor Bahru. Pendampingan tersebut difokuskan pada pengenalan emosi sejak dini, penguatan rasa percaya diri, serta kesiapan menghadapi kehidupan di lingkungan multikultural.
Menurut Nabila, keberhasilannya mengikuti program internasional tersebut tidak terlepas dari dukungan yang diberikan UMM, terutama dalam proses administrasi dan perizinan.
“Kampus Putih sangat memfasilitasi langkah mahasiswanya untuk berprestasi di ranah internasional. Segala urusan administrasi perizinan dibantu sepenuhnya, sehingga kami sama sekali tidak merasa terbebani dan bisa berfokus penuh pada proses belajar serta pengabdian di lapangan,” paparnya.
Pengalaman menangani berbagai persoalan psikososial secara langsung di luar negeri memberikan bekal berharga bagi pengembangan kompetensinya sebagai calon psikolog. Kolaborasi dengan staf KJRI Johor Bahru juga memperluas wawasan lintas budaya yang dinilai penting dalam praktik psikologi pada era global.
Nabila berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri di tingkat internasional.
“Di luar sana ada banyak sekali kesempatan emas yang bisa diraih oleh mahasiswa UMM. Kuncinya adalah mahasiswa harus selalu memiliki inisiatif yang tinggi dan rajin mencari informasi terkait berbagai program pengembangan diri di tingkat global,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments