Ada yang berbeda dari biasanya di Posyandu Tulip, Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri pada Jum’at (10/07/2026).
Hal tersebut tak lepas dari pelibatan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Kandangan, kader Posyandu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), serta masyarakat Desa Kemiri sebagai partisipan dalam kegiatan Posyandu.
Kegiatan Posyandu dimulai pukul 08.00 WIB dengan diawali persiapan tempat, registrasi, dan persiapan alat-alat kesehatan serta administrasi Posyandu.
Bantu Pencatatan hingga Pendampingan
Kegiatan Posyandu berlangsung dengan tertib dan mendapatkan antusiasme yang baik dari masyarakat setempat.
Tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta mahasiswa bekerja sama dalam memberikan pelayanan kesehatan, seperti pencatatan hasil, pengukuran, pemeriksaan, serta pendampingan kepada peserta selama Posyandu berlangsung.
Pelayanan Posyandu Tulip pada hari tersebut meliputi pemeriksaan balita dan pemeriksaan kesehatan lansia.
Pada pelayanan balita dilakukan beberapa tahapan, yaitu pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan atau panjang badan, pengukuran lingkar kepala, pengisian dan interpretasi Kartu Menuju Sehat (KMS), serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Mahasiswa turut membantu kader dalam melakukan pencatatan hasil pengukuran pada KMS serta memastikan data pertumbuhan balita tercatat dengan baik.
Selain itu, tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, pemberian gizi seimbang, imunisasi, serta stimulasi tumbuh kembang anak.
Pada pelayanan lansia dilakukan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi registrasi, anamnesis singkat mengenai keluhan kesehatan, maupun.
Kemudian ada juga pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu bagi peserta yang memerlukan pemeriksaan, serta konsultasi kesehatan dengan petugas kesehatan.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Sehingga, penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang tidak normal.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya juga memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam pelayanan Posyandu.
Antara lain membantu pengukuran antropometri balita, mengisi grafik pertumbuhan pada KMS, mendampingi petugas kesehatan dalam proses pemeriksaan, serta membantu administrasi pelayanan.
Sarana Pahami Pelayanan Kesehatan Primer
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami pelaksanaan pelayanan kesehatan primer di masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dengan kader, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu kader Posyandu, Bu Markhumah menyampaikan secara singkat kondisi Posyandu Tulip.
“Di Posyandu Tulip terdapat 13 balita, namun sekarang sisanya 12 karena yang satu sudah lulus” ujarnya.
Secara umum, kegiatan Posyandu Tulip berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur pelayanan Posyandu. Kehadiran tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Kandangan, kader Posyandu yang aktif, serta partisipasi mahasiswa memberikan dukungan terhadap kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan ini harapannya dapat meningkatkan cakupan pemantauan pertumbuhan balita, mendeteksi dini masalah kesehatan pada balita maupun lansia.
Serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Kemiri.





0 Tanggapan
Empty Comments