Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Majelis Tabligh Muhammadiyah Tuban Dorong Kader Kuasai AI untuk Perkuat Penyebaran Informasi

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Majelis Tabligh Muhammadiyah Tuban Dorong Kader Kuasai AI untuk Perkuat Penyebaran Informasi
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban mendorong pengurus dan jamaah meningkatkan kemampuan menulis serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan informasi dan publikasi kegiatan Persyarikatan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan “Belajar Menulis Berbasis AI untuk Pemula” yang digelar di Masjid Darussalam Tuban, Ahad (6/9/2026).

Kegiatan menghadirkan dua pembicara, yakni Samson Thohari dari Majelis Pustaka dan Informasi Digital (MPID) PDM Tuban serta Firnas Muttaqin dari Jurnalis Pasmu.id Kota Pasuruan. Acara dibuka dengan sambutan Ketua Majelis Tabligh PDM Muhammadiyah Tuban, Adi Mulyo.

Dalam sambutannya, Adi Mulyo menilai kemampuan mengolah informasi menjadi tulisan yang baik semakin penting di tengah perkembangan media digital. Berbagai kegiatan, program, pengajian, dan dakwah Muhammadiyah perlu didokumentasikan serta disebarluaskan secara efektif agar memberikan manfaat lebih luas kepada umat.

“Harapannya, berita-berita dan kondisi-kondisi yang ada bisa diolah menjadi informasi yang sangat berguna bagi umat,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Majelis Tabligh untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan kader, khususnya dalam bidang penulisan dan publikasi.

Pengurus diharapkan tidak hanya aktif menjalankan kegiatan dakwah, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi kegiatan melalui berbagai media.

Menurut Adi, kemampuan menulis akan membantu Majelis Tabligh dalam mendokumentasikan kegiatan sekaligus menyampaikan pesan-pesan pencerahan kepada masyarakat.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sebab, ilmu yang digunakan untuk menghasilkan karya dan menyebarkan kebaikan akan terus memberikan manfaat.

Pemateri pertama, Samson Thohari, menjelaskan pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam berbagai pekerjaan penulisan dan pembuatan konten digital.

Menurutnya, perkembangan AI dapat membantu pengguna menyusun berita, artikel, konten media sosial, hingga merancang instruksi atau prompt. Namun, pengguna tetap perlu memahami fungsi dan karakter masing-masing platform AI serta tidak menerima hasil yang diberikan secara mentah.

Ia menekankan pentingnya memberikan instruksi yang jelas kepada AI. Semakin lengkap konteks yang diberikan, seperti nama tokoh, tempat, waktu, peristiwa, dan tujuan penulisan, semakin baik pula hasil awal yang dapat diperoleh.

Peserta juga mendapat penjelasan mengenai pentingnya melakukan pengecekan dan penyuntingan kembali terhadap hasil kerja AI. Hal itu terutama untuk memastikan ketepatan nama, gelar, jabatan, penggunaan huruf kapital, serta fakta yang akan dipublikasikan.

Selain membantu penulisan berita, AI juga dapat dimanfaatkan untuk membuat artikel dan mengembangkan konten media sosial, termasuk menyusun gagasan konten carousel secara lebih terstruktur.

Pada sesi berikutnya, pemateri kedua, Firnas Muttaqin, memberikan materi praktik penggunaan AI untuk mengubah rekaman suara atau audio menjadi teks.

Materi tersebut menjadi salah satu bagian praktis dalam proses penulisan berita. Firnas menjelaskan, rekaman suara menggunakan perekam bawaan telepon seluler dapat menjadi solusi ketika seseorang melakukan liputan di tempat yang mengalami kendala sinyal internet atau hambatan lainnya.

“Kalau berada di tempat yang terkendala sinyal, rekam saja terlebih dahulu menggunakan perekam suara di HP. Nanti setelah memungkinkan, rekaman itu bisa diubah menjadi teks,” jelasnya kepada peserta.

Menurutnya, proses transkripsi suara menjadi teks dapat memudahkan pekerjaan penulis, khususnya pada tahap pengolahan bahan dan penyuntingan. Wartawan atau penulis tidak perlu lagi mendengarkan rekaman secara berulang-ulang sambil mengetik seluruh isi pembicaraan secara manual.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dalam sesi praktik, peserta diajak mencoba proses audio to text menggunakan TurboScribe. Rekaman suara dimasukkan ke dalam aplikasi untuk ditranskripsikan menjadi teks.

Hasil transkripsi kemudian menjadi bahan awal yang dapat diolah lebih lanjut. Meski proses perubahan audio menjadi teks dapat dilakukan dengan bantuan AI, Firnas mengingatkan bahwa hasilnya tetap perlu diperiksa dan diedit.

Nama orang, jabatan, istilah, lokasi, serta bagian tertentu yang kurang terbaca dengan baik harus dikoreksi berdasarkan rekaman asli dan fakta yang diperoleh di lapangan.

Setelah mendapatkan teks hasil transkripsi, peserta melanjutkan praktik menggunakan ChatGPT untuk membantu mengolah bahan tersebut menjadi tulisan.

Peserta diajak memahami cara memberikan perintah kepada AI agar teks mentah hasil transkripsi dapat disusun menjadi tulisan yang lebih rapi, baik dalam bentuk berita jurnalistik maupun bentuk tulisan lainnya.

Dalam praktik tersebut, peserta memasukkan informasi penting, seperti tempat dan waktu kegiatan, nama narasumber, pokok pembicaraan, serta sudut pandang tulisan yang ingin dibuat.

Selanjutnya, bahan mentah hasil transkripsi diedit dan diolah dengan bantuan AI menjadi draf tulisan yang lebih terstruktur.

Firnas menekankan bahwa AI bukan pengganti penulis. Teknologi tersebut merupakan alat bantu untuk mempercepat proses kerja, sedangkan manusia tetap memegang peran penting dalam menentukan fakta, memeriksa kebenaran informasi, melakukan penyuntingan, dan menentukan isi akhir tulisan.

Rangkaian praktik mulai dari merekam suara, mengubah audio menjadi teks, melakukan penyuntingan, hingga menyusun teks menjadi berita memberikan pengalaman baru bagi peserta.

Peserta tampak antusias mengikuti proses belajar. Bagi sebagian peserta, praktik tersebut membuka pemahaman bahwa menulis dengan bantuan teknologi AI dapat dilakukan secara lebih mudah dan praktis, termasuk oleh pemula.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak penulis di lingkungan Muhammadiyah Tuban.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh untuk membuat dan mengirimkan tulisan guna meramaikan isi website Muhammadiyah Tuban.

Bahan tulisan dapat berasal dari berbagai kegiatan di lingkungan Persyarikatan, mulai dari liputan pengajian dan ta’lim rutin, kegiatan majelis dan lembaga, hingga berbagai agenda atau event Muhammadiyah lainnya.

Dengan semakin banyak kegiatan yang terdokumentasikan dalam bentuk tulisan, informasi dan gerakan dakwah Muhammadiyah diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui media digital.

Pelatihan Belajar Menulis Berbasis AI untuk Pemula pun tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga mendorong peserta untuk mulai menulis, mendokumentasikan kegiatan, dan menyebarkan informasi yang bermanfaat secara lebih cepat, kreatif, dan bertanggung jawab. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu