Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MTs Muhammadiyah 10 Mojopentung (Matsamuluh) dalam ajang 16th Airlangga Championship Tapak Suci National Open 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh UKM Tapak Suci Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis-Sabtu (11-13/9/2026)
Kejuaraan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah. Kontingen Matsamuluh mengirimkan 20 atlet, terdiri dari 11 siswa putra dan 9 siswa putri. Hasilnya, para atlet Matsamuluh berhasil membawa pulang 20 medali, dengan rincian 11 medali emas, 2 medali perak, dan 7 medali perunggu.
Rombongan Matsamuluh berangkat dari Mojopetung, Dukun, Gresik, pada Kamis malam dan tiba di Surabaya sekitar pukul 22.00 WIB. Keesokan harinya, Jumat (11/9/2026), peserta mengikuti rangkaian pembukaan kejuaraan yang dimulai pukul 08.00 WIB.
Pada hari pertama, pertandingan difokuskan pada kategori usia dini dan tingkat SD/MI. Sementara itu, siswa Matsamuluh yang bertanding pada kategori pra-remaja atau SMP/MTs mengikuti pertandingan pada Sabtu (12/9/2026).
Kepala Madrasah Matsamuluh, Indah Faizah, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan baik.
“Bismillah, Dimudahkan dan Sukses Alhamdulillah, tahun ini banyak mengirim 20 peserta, terdiri dari 11 laki-laki dan 9 perempuan. Bismillah dimudahkan semua dan sukses pulang membawa penghargaan yang mengharumkan nama madrasah,” ujarnya.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti pertandingan. Meskipun beberapa peserta mengaku merasa tegang menjelang bertanding, mereka tetap bersemangat mempersiapkan diri.
Sebelum pertandingan dimulai, para atlet melakukan pemanasan dan latihan di depan Gedung Rektorat Universitas Airlangga. Tepat pukul 08.00 WIB, pertandingan kategori pra-remaja pun dimulai.
11 Medali Emas Berhasil Dibawa Pulang
Pada cabang seni tunggal, Matsamuluh berhasil meraih dua medali emas. Medali emas putra diraih Ahmad Jundillah Al-Firdaus, sedangkan medali emas putri diraih Alba Hikmah Rahmawati.
Prestasi juga diraih pada cabang seni beregu putri. Dua regu Matsamuluh berhasil meraih medali emas. Regu pertama terdiri dari Balqis Aisyah Aqilah Zahra, Yasinta Izza Afidati, dan Zawa Athiyya Indillah.
Sementara regu kedua terdiri dari Ismatul Maula Nihayah, Putri Zahidah Aprilia Zahro’, dan Marsya Indah Windiyanti. Keduanya sama-sama berhasil membawa pulang medali emas.
Pada kategori kelas tanding, prestasi gemilang kembali ditunjukkan atlet Matsamuluh. Tiga atlet putra, yaitu Muhammad Syauqil Rahman, Hafidz Wibi Ciptaning Gusti, dan Tsalis Risyad Firmansyah, berhasil meraih medali emas.
Dua medali perak berhasil diraih Ahmad Nurul Hakim Fawaid pada kelas B putra dan Indira Evania Almira pada kelas F putri.
Sementara itu, tujuh medali perunggu diraih Hubaib Arrahman Arif, Muhammad Zulfan Mutaqin, Muhammad Tomi Hariyanto, Achmad Kevin Fajrial, Muhammad Robby Kurnia, Muhammad Raihan Syarifullah, dan Muhammad Dafa Inderawan.
Salah satu peraih medali emas, Hafidz Wibi Ciptaning Gusti, mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Kejuaraan ini menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan prestasinya di Tapak Suci.
“Alhamdulillah, ini mengikuti tanding yang kesekian kalinya. Pengalaman sudah muncul dan alhamdulillah bisa mendapatkan medali emas di akhir kelas IX ini. Semoga di jenjang berikutnya saya bisa melanjutkan bakat ini,” ungkapnya.
Bagi Hafidz, medali emas tersebut bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan kemampuan di jenjang pendidikan berikutnya.
Pengalaman berbeda dirasakan Alba Hikmah Rahmawati, peraih medali emas seni tunggal. Kejuaraan di Universitas Airlangga menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pertandingan.
“Awalnya deg-degan karena takut, tapi setelah tanding senang karena tidak menyangka akan mendapat medali emas,” tuturnya.
Rasa tegang yang dirasakan sebelum pertandingan akhirnya berubah menjadi kebahagiaan setelah Alba dinyatakan berhasil meraih medali emas.
Membawa Pulang Prestasi dan Pengalaman
Perolehan 20 medali tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi kontingen Matsamuluh. Selain membawa pulang penghargaan, para siswa juga mendapatkan pengalaman berharga dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai sekitar pukul 16.30 WIB, rombongan Matsamuluh bertolak kembali ke Mojopetung pada Sabtu malam. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta berani berkompetisi pada ajang-ajang berikutnya.
Bagi Matsamuluh, keberhasilan para atlet bukan sekadar tentang jumlah medali, tetapi juga tentang proses membangun semangat berlatih, keberanian bertanding, sportivitas, dan kepercayaan diri para siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments