Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat drastis pada Rabu (19/11/2025). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur yang awalnya dilaporkan 8,5 kilometer, namun hasil asesmen terbaru Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Lumajang mencatat luncuran lebih dari 13 kilometer ke arah tenggara–selatan (Besuk Kobokan).
Akibat peningkatan aktivitas ini, status Gunung Semeru resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 16.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa APG mulai tercatat pada pukul 14.13 WIB. “Awan panas masih berlangsung dengan amplitudo maksimum 40 mm. Namun sampai saat ini korban nihil,” ujarnya.
Namun MDMC Lumajang melaporkan data yang lebih lengkap. Menurut SITREP yang dirilis pukul 21.21 WIB, APG berlangsung hingga pukul 18.11 WIB dengan amplitudo mencapai 45 mm dan durasi 14.283 detik.
Ketua MDMC Jatim Muhammad Rofi’i mengatakan, MDMC langsung menerjunkan tim ke berbagai titik terdampak.
“Tim kami melakukan asesmen cepat, berkoordinasi dengan BPBD, PRM, dan PCM setempat. Fokus utama kami adalah evakuasi warga, layanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian,” ujarnya kepada PWMU.CO, Kamis (20/11/2025).
Ketua MDMC Jatim Muhammad Rofi’i. Foto: DOK/PWMU.CO
Hasil asesmen MDMC menunjukkan perkembangan data sebagai berikut:
Jumlah pengungsi: 467 orang (198 laki-laki, 269 perempuan)
Balita 45 orang, anak sekolah 47 orang, lansia 228
Korban luka: 2 orang mengalami luka bakar 20% dan dirawat di Puskesmas Candipuro
Korban jiwa: nihil
Titik-titik pengungsian tersebar di dua kecamatan:
Kecamatan Pronojiwo
Balai Desa Oro-oro Ombo: 200 orang
SD Supiturang: 64 orang
SD Sumberurip: 106 orang
Kecamatan Candipuro
Kantor Kecamatan Candipuro: 74 orang
Balai Desa Penanggal: nihil (pengungsi sudah pulang)
Rumah Kades Sumbermujur: 55 orang
Kerusakan dan Kondisi Lapangan
MDMC melaporkan sejumlah rumah di wilayah Kamar A (selatan SD Supiturang 02) tersapu material lahar hingga menutup akses jalan. Infrastruktur dan fasilitas publik lain masih dalam pendataan.
Akses di Jembatan Gladak Perak sementara ditutup untuk mengantisipasi potensi bahaya.
Rofi’i juga menegaskan kesiapsiagaan MDMC. “Kami terus memantau pergerakan awan panas dan aliran lahar. Ambulans Lazismu sudah kami kirim ke Sumbermujur, dan koordinasi dengan RSU Muhammadiyah Lumajang untuk siaga DMC sudah dilakukan,” katanya
Kebutuhan Mendesak
MDMC merinci tiga kebutuhan prioritas di lapangan, yakni evakuasi warga tambahan di zona rawan, layanan kesehatan dan sanitasi darurat, logistik makanan, air bersih, serta kebutuhan balita dan lansia
Rofi’i menegaskan, MDMC Jatim dan MDMC Lumajang akan kembali menggelar rapat koordinasi siang ini untuk menentukan langkah gerak lanjutan berdasarkan perkembangan aktivitas vulkanik terbaru.
“Situasi dinamis, tetapi sampai saat ini semua proses evakuasi dan pemantauan berjalan aman. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas,” pungkas Rofi’i. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments