Perisai yang dapat digunakan adalah selalu mengingat dan mengamalkan pesan-pesan Allah yang terdapat dalam al-Quran, serta menjadikan Rasulullah Saw. sebagai teladan dan sabdanya sebagai pegangan hidup.
Penyebab Ketertarikan pada Dunia
Dunia yang tampak hijau dan indah sering kali menjadi kesenangan yang menipu. Banyak orang tertipu berkali-kali, tetapi tetap merasa nyaman dan tidak menyadari kerugiannya. Bahkan, mereka tidak merasa bersalah ataupun berdosa. Ada beberapa penyebab seseorang begitu terikat dengan dunia.
Pertama, Kufur Nikmat
Fir’aun sebagai penguasa dan Qarun sebagai konglomerat adalah contoh orang yang berani menentang Allah Swt. Dengan segala kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki, keduanya berlaku sombong dan melupakan Zat yang telah memberikan nikmat.
Akibatnya, Fir’aun ditenggelamkan di laut, sedangkan Qarun ditelan bumi bersama harta kekayaannya.
Kedua, Mengikuti Hawa Nafsu
Hawa nafsu memiliki kecenderungan memerintahkan kepada keburukan. Karena itu, manusia tidak boleh mengikuti dorongan hawa nafsu yang menyesatkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS Shad: 26).
Ketiga, Kecintaan Berlebihan terhadap Harta
Allah berfirman dalam Surat al-‘Adiyat bahwa manusia memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap harta.
Kecintaan yang berlebihan terhadap harta dapat melahirkan sikap materialistis. Seseorang akan berusaha mengumpulkan harta dengan berbagai cara tanpa lagi peduli apakah halal atau haram.
Kecintaan tersebut juga dapat melahirkan sifat bakhil serta mendorong penggunaan harta untuk hal-hal yang tidak benar. Selain itu, ia menjadi berat untuk mengeluarkan hartanya meskipun sebenarnya mampu melakukannya.
Keempat, Godaan Setan
Setan adalah musuh manusia yang nyata. Tujuannya adalah mengajak manusia kepada berbagai bentuk kejahatan, mengadu domba, melakukan perbuatan kotor, merayu, dan menipu.
Pada hakikatnya, setan ingin menjauhkan manusia, terutama orang-orang beriman, dari ajaran agama. Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang manusia mengikuti langkah-langkah setan.
“Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).
Setan selalu berupaya agar manusia tersesat dan melanggar aturan agama Islam.
Agar Tidak Tertipu Dunia
Seorang muslim boleh menjadi kaya dan memiliki banyak harta, tetapi harus tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Di samping itu, kehidupan dunia bersifat sementara. Apa pun yang dilakukan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Salah satu langkah yang tepat agar tidak tergoda oleh tipu daya dunia adalah mengamalkan Islam secara kaffah atau menyeluruh.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS al-Baqarah: 208).
Dengan menjalankan ajaran Islam secara utuh, seorang muslim akan lebih mampu menjaga dirinya dari berbagai godaan dunia yang dapat menjerumuskannya kepada kesesatan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments