Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Memburu Dunia Sebab Kesesatan

Iklan Landscape Smamda
Memburu Dunia Sebab Kesesatan
Moh.Helman Sueb, Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat-Lamongan. (Istimewa/PWMU.CO )
Oleh : Moh. Helman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan

Dunia itu ibarat sesuatu yang hijau dan indah. Pada umumnya, manusia menyukai hal-hal yang menyenangkan dan memikat. Dunia memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Siapa pun yang terlalu larut menyelaminya dapat tenggelam apabila tidak memiliki cahaya keimanan dalam dirinya.

Berbahagialah orang yang memiliki keimanan yang kuat. Dari keimanan itulah cahaya akan memancar sehingga seseorang mampu membedakan antara kebenaran dan kesesatan. Inilah pesan Rasulullah Saw. yang patut menjadi perhatian. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kamu sebagai khalifah di dunia ini, lalu Dia akan melihat bagaimana kamu berbuat. Maka jagalah dirimu dari (keburukan) dunia, dan jagalah dirimu dari (keburukan) wanita, karena fitnah pertama kali pada Bani Israil terjadi berkaitan dengan wanita.” (HR Muslim).

Inilah yang Diburu Manusia

Kesenangan dunia memiliki daya pikat yang luar biasa karena dipandang indah. Wanita, harta, emas, perak, kendaraan, dan berbagai bentuk kenikmatan lainnya dapat menjelma menjadi penggoda manusia.

Orang yang mengejar harta berupa kendaraan, sawah, ladang, emas, maupun perak sering kali didorong oleh nafsu untuk memiliki apa yang dicintainya. Bagi mereka yang lemah imannya, cara yang ditempuh sering kali tidak lagi mempertimbangkan halal dan haram. Yang terpenting adalah tujuan dapat tercapai.

Inilah naluri manusia sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran Surat Ali Imran:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak berupa emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Dalam Islam, mencari dan memperoleh sesuatu yang disenangi diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang benar sesuai ajaran agama. Sebaliknya, apabila dilakukan dengan cara yang menyimpang, maka hal tersebut sangat dilarang.

SMPM 5 Pucang SBY

Contoh yang sering menjadi perhatian akhir-akhir ini adalah kasus korupsi. Seorang koruptor melakukan korupsi karena didorong oleh nafsu untuk memiliki sesuatu yang dicintai melalui profesi yang dijalankannya.

Ia sering kali tidak memikirkan akibat dari perbuatannya, bahkan berusaha mencari berbagai cara agar tindakannya tidak diketahui orang lain.

Lebih berbahaya lagi apabila korupsi dilakukan secara berjamaah. Mereka menyusun strategi bersama agar praktik tersebut tidak mudah diketahui masyarakat. Gambaran ini mungkin masih sederhana, sebab pada kenyataannya berbagai modus yang dilakukan bisa jauh lebih kompleks dan saling melindungi satu sama lain.

Hakikat Kehidupan Dunia

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lalu menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al-Hadid: 20).

Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, dan kesenangan yang menipu. Bagi orang yang beriman, ayat ini menjadi peringatan agar tidak terjerumus ke dalam penderitaan dan kesengsaraan.

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 13/06/2026 20:15
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu