Sebanyak 30 murid kelas V dan VI SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) resmi memulai perjalanan International Study, Exchange & Collaboration (In TuXCo) #3, Ahad (4/10/2026). Program internasional yang digelar untuk ketiga kalinya ini berlangsung selama enam hari, 4–9 Oktober 2026, dengan tujuan Malaysia dan Singapura.
Rombongan didampingi Kepala SDMM serta dua guru. Keberangkatan menjadi awal pengalaman belajar lintas negara yang tidak hanya mengenalkan murid pada lingkungan dan budaya baru, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, komunikasi, dan tanggung jawab.
Dilepas dengan Doa
Sejak Ahad pagi, suasana Terminal 2 Bandara Internasional Juanda dipenuhi antusiasme peserta. Mengenakan jaket dan topi marun bertuliskan In TuXCo #3, 30 murid tampak siap memulai perjalanan internasional mereka.
Para orang tua turut mengantarkan hingga bandara. Senyum, lambaian tangan, dan doa mengiringi keberangkatan anak-anak. Sebelum boarding, peserta berbaris sesuai kelompok untuk memastikan seluruh anggota lengkap, menjaga barang bawaan, dan mengikuti arahan pendamping.
Pesawat Malaysia Airlines MH 870 membawa rombongan dari Surabaya pukul 10.00 WIB menuju Kuala Lumpur dan tiba sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Setibanya di Bandara Kuala Lumpur, peserta mengikuti proses imigrasi.
Bagi peserta, proses tersebut menjadi pembelajaran nyata. Mulai dari boarding, menjaga dokumen perjalanan, mengikuti prosedur penerbangan, hingga melewati pemeriksaan imigrasi melatih ketelitian, keberanian, komunikasi, dan kemampuan mengikuti aturan.
Mengenal Putrajaya hingga Petronas
Setelah menyelesaikan proses imigrasi, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang dikomandani Nordin Somantri Wahyudin, agen konsultan yang mendampingi peserta sejak persiapan hingga pelaksanaan In TuXCo #3.
Destinasi pertama adalah Putrajaya, pusat administrasi federal Malaysia. Rombongan mengunjungi Masjid Putra untuk melaksanakan salat Zuhur dan Asar, kemudian berfoto bersama.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk melihat secara langsung tata kota, lingkungan pemerintahan, serta keberagaman budaya dan arsitektur Islam di Malaysia.
Perjalanan dilanjutkan menuju Petronas Twin Towers. Sesampainya di kawasan menara kembar tersebut, peserta tampak antusias menikmati suasana dan mengabadikan momen bersama.
Bagi peserta, perjalanan hari pertama bukan sekadar kunjungan ke berbagai tempat. Setiap tahapan menjadi pengalaman belajar, mulai dari berpamitan dengan orang tua, mengelola kelompok, melakukan perjalanan udara, melewati imigrasi, hingga beribadah di negeri orang.
Setelah menjalani rangkaian kegiatan, rombongan menuju Lazdana Hotel Kuala Lumpur untuk beristirahat.
Hari pertama menjadi pembuka learning journey In TuXCo #3. Perjalanan enam hari di Malaysia dan Singapura masih menyimpan berbagai pengalaman, pembelajaran, pertukaran budaya, dan kolaborasi.
Melalui In TuXCo #3, SDMM mendorong murid untuk berani keluar dari zona nyaman, mengenal dunia lebih luas, dan tumbuh menjadi pembelajar global.
One Journey, Many Lessons, Wider Horizons. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments