Ratusan warga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dan sarapan gratis yang diselenggarakan Matahari Pagi Indonesia (MPI) Jawa Tengah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah di kawasan Simpang Lima Semarang, Ahad (14/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam menghadirkan layanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.
Sejak pagi hari, warga yang beraktivitas di kawasan Simpang Lima tampak mendatangi lokasi kegiatan. Pejalan kaki, pesepeda, hingga keluarga yang berolahraga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus menerima sarapan yang disediakan panitia.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kedua pimpinan instansi tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan program sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari kalangan perguruan tinggi. Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Muhammad Yusuf, turut hadir dan menyampaikan bahwa keterlibatan Unimus dalam program Matahari Pagi Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu tugas perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menyelenggarakan pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian, dan pelayanan yang menjadi bagian dari nilai-nilai Muhammadiyah,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus sarapan gratis. Selain memberikan manfaat langsung kepada warga, kegiatan ini juga mempertemukan berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas sosial, hingga masyarakat umum dalam satu kegiatan pelayanan sosial.

Penyelenggara menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi bersama dalam mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kebaikan harus terus disebarluaskan kepada siapa pun yang membutuhkan,” ujar panitia.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Semarang itu berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga yang hadir. Selain memanfaatkan layanan kesehatan, warga juga berinteraksi dengan para relawan dan penyelenggara yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara MPI Jawa Tengah, Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, dan Universitas Muhammadiyah Semarang diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial lainnya. Melalui sinergi tersebut, berbagai pihak berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan perkotaan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments