Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah tidak hanya menjadi forum memilih kepemimpinan dan menyusun arah organisasi lima tahun ke depan.
Dari forum tertinggi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jumat (7/8/2026), Tapak Suci juga menggalang gerakan gotong royong membangun Padepokan Tapak Suci di Kotagede, Yogyakarta, dengan kebutuhan dana sekitar Rp 20 miliar.
Pembangunan padepokan tersebut diproyeksikan menjadi tonggak penting bagi penguatan organisasi. Selain menjadi pusat pembinaan pesilat, fasilitas itu juga dirancang sebagai pusat dakwah, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan prestasi Tapak Suci di tingkat nasional hingga internasional.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, mengatakan pembangunan padepokan merupakan ikhtiar bersama seluruh keluarga besar Tapak Suci.
Karena itu, pembiayaannya dilakukan secara gotong royong melalui kontribusi pimpinan wilayah, pimpinan daerah, kader, anggota, hingga Tapak Suci yang berada di luar negeri.
“Pembangunan padepokan ini adalah milik bersama. Kami berharap semakin banyak kader, pimpinan wilayah, dan pimpinan daerah yang ikut bergotong royong sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai target,” ujar Afnan.

Semangat kebersamaan itu mulai terlihat dalam rangkaian Sidang Tanwir menjelang pembukaan muktamar. Perwakilan Tapak Suci Singapura menyerahkan donasi simbolis sebesar 2.000 dolar Singapura sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan padepokan.
Afnan berharap kontribusi tersebut menjadi pemantik bagi seluruh pimpinan wilayah, daerah, dan kader Tapak Suci di berbagai negara untuk ikut berpartisipasi.
Pembangunan Padepokan Tapak Suci telah dimulai sejak 20 Juni 2026 di atas tanah milik Muhammadiyah di Kotagede, Yogyakarta.
Bangunan tiga lantai dengan luas sekitar 1.400 meter persegi itu dirancang menjadi pusat aktivitas organisasi yang dilengkapi gedung olahraga berkapasitas sekitar 1.000 penonton, dua gelanggang pertandingan, ruang serbaguna, klinik, ruang loker, serta musala.
Selain menjadi simbol penguatan organisasi, padepokan tersebut diharapkan menjadi pusat lahirnya atlet berprestasi sekaligus kader-kader Tapak Suci yang membawa misi dakwah Islam Berkemajuan melalui olahraga pencak silat.
Dalam pidato iftitahnya, Afnan menegaskan Muktamar XVI tetap menjalankan mandat konstitusional organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Forum ini menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyempurnakan berbagai aturan yang sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman, menyusun program kerja, sekaligus memilih kepemimpinan baru.
“Mari kita manfaatkan muktamar ini sebagai ajang silaturahmi, mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja yang lebih baik, sekaligus memilih kepemimpinan yang mampu membawa Tapak Suci semakin maju,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Unimus sebagai tuan rumah Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
“Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Semarang. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi bagian dari perhelatan besar Tapak Suci. Semoga seluruh rangkaian muktamar berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Di hadapan peserta muktamar, Masrukhi memperkenalkan perkembangan Unimus yang kini memiliki 28 program studi di sembilan fakultas dengan jumlah mahasiswa sekitar 16.800 orang.
Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan muktamar, Unimus juga menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk layanan kesehatan melalui Rumah Sakit Unimus dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Unimus yang disiagakan selama kegiatan berlangsung.
Muktamar XVI yang berlangsung pada 7–10 Agustus 2026 di Semarang diharapkan melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan Tapak Suci.
Namun, lebih dari itu, forum ini juga meninggalkan warisan jangka panjang berupa gerakan kolektif membangun Padepokan Tapak Suci sebagai rumah besar pembinaan pesilat Muhammadiyah dan pusat pengembangan organisasi untuk generasi mendatang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments