Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026 menjadi ruang bagi Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim untuk memberikan penghargaan kepada siswa, guru, tenaga kependidikan, serta sekolah dan madrasah yang telah bekerja keras dalam mengukir prestasi.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jatim, Prof. Khozin, mengatakan ME Awards digelar setiap dua tahun. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja yang dilakukan para pelaku pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
“ME Awards ini diselenggarakan dua tahun sekali sebagai bentuk pemberian penghargaan bagi para siswa, guru, tendik, sekolah atas kerja kerasnya dalam dunia pendidikan,” ujar Prof. Khozin.
Pembukaan ME Awards 2026 berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026). Gelaran tersebut diikuti sekitar 3.000 peserta, termasuk 150 peserta dari Jawa Tengah. Selain peserta lomba, terdapat lebih dari 1.000 peserta penggembira, 204 pendamping, serta 217 sekolah dan madrasah yang terlibat.
Prof. Khozin menjelaskan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menyiapkan generasi muda Muhammadiyah menghadapi masa depan.
Menurutnya, kegiatan pendidikan seperti ME Awards perlu memberi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
“Selain itu untuk menyiapkan generasi muda Indonesia untuk menyongsong masa depan,” jelasnya.
Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menyambut pelaksanaan ME Awards di kampus yang dipimpinnya. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PWM Jatim yang memilih UMM sebagai lokasi kegiatan sekaligus melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari hubungan pendidikan dasar dan menengah dengan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Terima kasih telah mempercayai UMM sebagai lokasi ME Awards kali ini. Kami maksimal dalam menyambut ini. Ini juga berarti bahwa kami siap menyambut seluruh lulusan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah,” katanya.
Menurut Nazaruddin, keberlanjutan kegiatan pendidikan seperti ME Awards perlu diarahkan pada penguatan hubungan antara sekolah dan madrasah Muhammadiyah dengan perguruan tinggi.
Salah satu bentuknya dapat dilakukan melalui coaching clinic yang membantu peserta didik mengenali bidang peminatan, terutama sains dan humaniora.
Ia menilai hubungan tersebut dapat membuka wawasan peserta didik sekaligus mendorong mereka mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati. Relasi antara sekolah dan kampus juga dinilai penting untuk menyiapkan kader yang memiliki kompetensi dan dapat berkontribusi di masa depan.
“Kita butuh perubahan mindset terkait dengan upaya membangun kader kita yang unggul di bidang sains dan humaniora,” tegasnya.
Nazaruddin menjadikan penyelenggaraan olimpiade sains nasional sebagai salah satu bahan evaluasi. Ia menyebut masih sedikit sekolah Muhammadiyah yang mampu menunjukkan akselerasi dalam ajang tersebut, termasuk ketika kompetisi digelar di UMM. Kondisi itu ia jadikan otokritik bagi pengelola pendidikan Muhammadiyah.
“Event besar semacam ini harus dimanfaatkan sebagai momentum kontemplatif dan reflektif untuk melakukan transformasi manajemen pengelolaan sekolah-sekolah Muhammadiyah agar sekolah kita tidak kehilangan akar kulturalnya dalam menjalankan praktik pendidikan,” ujarnya.
Menurut Nazaruddin, karakter pendidikan Muhammadiyah juga perlu menanamkan cara pandang bahwa karya peserta didik tidak berhenti pada kepentingan pribadi. Pendidikan perlu mendorong mereka melihat manfaat dari kemampuan yang dimiliki bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Berpikir jauh, mementingkan kemaslahatan harus menjadi dasar penting bagi keunggulan kader-kader Muhammadiyah. Ini akan melahirkan pemimpin baru yang berdampak,” jelasnya.
Nazaruddin juga menekankan peran guru dalam proses tersebut. Kolaborasi antara guru dengan kampus Muhammadiyah perlu terus dikembangkan agar sekolah dapat menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan memiliki ciri khas.
“Peran bapak ibu guru, peran kolaborasi dengan kampus Muhammadiyah, harus terus digodok untuk memberikan sesuatu yang unik dan unggul meski nampak sederhana,” katanya.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments