Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Guru Smamita Raih Medali ME Award 2026 Lewat Inovasi Pembelajaran

Iklan Landscape Smamda
Tiga Guru Smamita Raih Medali ME Award 2026 Lewat Inovasi Pembelajaran
Tiga Guru Smamita Borong Medali dalam ajang ME Award 2026. Foto: Ghifari/PWMU.CO
pwmu.co -

Prestasi membanggakan tidak hanya ditorehkan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) dalam ajang Muhammadiyah Education (ME) Award 2026. Tiga guru Smamita juga berhasil meraih medali melalui kompetisi inovasi pembelajaran tingkat Jawa Timur.

Ajang yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).

Tiga guru Smamita yang berhasil meraih medali adalah Alifia Widianti, S.Pd., M.H. dan Riskiyani Wulandari, S.Pd., yang masing-masing meraih Gold Medal, serta Mohammad Faizun Surya Rafli, S.Pd., yang meraih Silver Medal.

Ketiganya menghadirkan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan peserta didik. Inovasi tersebut meliputi pembelajaran ramah inklusi berbasis kecerdasan artifisial (AI), media pembelajaran PPKn berbasis simulasi, serta pembelajaran Geografi dengan teknologi Virtual Reality (VR) dan Internet of Things (IoT).

Pembelajaran Digital Ramah Inklusi

Riskiyani Wulandari, guru Sejarah Smamita, menghadirkan inovasi bertajuk “Inovasi Aplikasi Pembelajaran Digital Ramah Inklusi”.

Ia memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) Gemini untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran Sejarah yang tidak hanya ditujukan bagi siswa secara umum, tetapi juga dapat digunakan peserta didik berkebutuhan khusus, terutama siswa tunanetra.

Salah satu keunggulan aplikasi tersebut adalah fitur perintah suara. Melalui fitur ini, siswa tunanetra dapat mengoperasikan berbagai menu dalam aplikasi dengan mengucapkan kata kunci tertentu.

“Jadi, siswa tunanetra cukup mengucapkan kata kunci dan aplikasi akan mengoperasikan sesuai perintah mereka,” jelas Riskiyani.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi upaya menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif. Dengan demikian, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses materi dan mengikuti proses pembelajaran.

Civicverse Hadirkan Pembelajaran Berbasis Misi

Sementara itu, Alifia Widianti menghadirkan inovasi bernama Civicverse. Aplikasi tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang dapat mengakomodasi karakteristik belajar peserta didik, baik visual, auditori, maupun kinestetik.

Civicverse tidak hanya menyajikan materi pembelajaran, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan simulasi dan praktik.

“Di aplikasi saya, semua materi mulai dari Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, hingga NKRI sudah terfasilitasi,” ungkap Alifia.

Salah satu fitur unggulan Civicverse adalah kartu misi. Setiap kartu berisi peran dan tugas yang harus dilaksanakan siswa dalam kegiatan praktik pembelajaran.

Melalui konsep tersebut, siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui praktik secara langsung.

SMPM 5 Pucang SBY

Aplikasi ini juga dilengkapi dashboard guru yang memungkinkan pendidik mengelola dan merekapitulasi nilai siswa secara lebih praktis. Hasil penilaian dapat langsung diunggah ke dalam aplikasi.

VIRGO, Belajar Geografi dengan Teknologi VR

Inovasi berikutnya datang dari guru Geografi Smamita, Mohammad Faizun Surya Rafli. Ia mengusung konsep pembelajaran “Cara Keliling Dunia dengan Gratis tanpa Visa” melalui inovasi digital bernama VIRGO (Virtual Geography).

Virgo mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR) dan Internet of Things (IoT) untuk menghadirkan lingkungan bioma ke dalam ruang kelas.

Faizun menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang kerap dihadapi guru Geografi, yakni keterbatasan dalam menghadirkan lingkungan bioma secara nyata dan kontekstual dalam pembelajaran.

Melalui Virgo, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih realistis. Materi bioma tidak hanya disampaikan melalui buku atau gambar, tetapi divisualisasikan dalam lingkungan virtual.

“Dengan adanya inovasi aplikasi Virgo, materi bioma bisa dihadirkan ke dalam kelas secara kontekstual dan realistis,” jelas Faizun.

Ia menambahkan, Virgo dirancang untuk mendukung konsep Deep Learning melalui pembelajaran yang joyful, meaningful, dan mindful. Inovasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung penerapan Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran Geografi di Smamita.

Bukti Guru Smamita Terus Berinovasi

Raihan tiga guru Smamita dalam ME Award 2026 menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi. Lebih dari itu, teknologi digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata peserta didik.

Mulai dari pembelajaran ramah inklusi berbasis AI, pembelajaran PPKn melalui simulasi dan kartu misi, hingga pemanfaatan VR dan IoT dalam pembelajaran Geografi, ketiga inovasi tersebut menunjukkan upaya guru Smamita menghadirkan pengalaman belajar yang adaptif, interaktif, dan bermakna.

Prestasi ini sekaligus menegaskan peran guru dalam mendorong transformasi pendidikan. Teknologi tidak sekadar menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 11/08/2026 20:46
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu